Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Siswa SD di Pemalang 2 Bulan Tak Sekolah usai Ortu Kritik di Media Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Isi Liburan Sekolah, Puluhan Siswa SD di Kulonprogo Ikuti Lomba Jemparingan

Senin, 23 Desember 2019 - 02:01:00 WIB
Isi Liburan Sekolah, Puluhan Siswa SD di Kulonprogo Ikuti Lomba Jemparingan
Puluhan siswa SD mengikuti lomba memanah tradisional atau jemparingan untuk mengisi libur sekolah di Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.idSiswa SD di Kulonprogo mengisi liburan sekolah dengan mengikuti lomba jemparingan (memanah tradisional). Lomba tersebut diikuti 50-an anak baik putra maupun putri di Balemas Singlon, Pengasih, Kulonprogo, Sabtu (21/12/2019).

Dengan mengenakan pakaian Jawa, denga surjan untuk putra dan kebaya bagi perempuan mereka tampak antusias membidik bandul sebagai sasaran. Satu dua anak, anak panah inipun mengenai sasarana dan terdengar bunyi lonceng.

“Ini (lomba) kita laksanakan secara mandiri, untuk mengisi liburan sekolah anak-anak sekaligus rangkaian peringatan Hari Anak Internasional,” kata koordinator acara, Joko Mursito.

Balemas Singlon, merupakan salah satu tempat untuk berlatih permainan jemparingan. Setiap hari, anak-anak dibimbing pelatih untuk bisa memainkan jemparing. Apalagi olahraga tradisional inipun sudah semakin familiar di masyarakat. Tidak hanya di Jawa, namun juga di Bali, Nusa Tenggara hingga beberapa provinsi lain olahraga tersebut juga berkembang. 

Lomba tersebut memperebutkan hadiah berupa piala dan suvenir. Bagi yang mampu menanjapkan mata panah berhak atas hadiah hiburan dari panitia berupa buku, tempat pensil dan juga hadiah lain untuk menghibur anak-anak. “Saat ini jemparingan sudah dikenal dan sudah ada komunitas jemparingan nusantara dari seluruh Indonesia,” ucap Joko.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo itu yakin olahraga ini akan terus berkembang. Apalagi olahraga ini juga memiliki prospek daya tarik wisata, disamping menjadi bagian dari olahraga yang identik dengan Keistimewaan DIY.  

Salah satu peserta, Hanifa Maila Fahirah, mengaku senang dalam lomba ini dia bisa menancapkan satu anak panah. Bocah yang baru duduk di bangku kelas IV SD Muhammadiyah Mutihan ini, mengaku baru satu tahun mengikuti olahraga memanang.

Baginya bermain jemparingan tidak mudah dan butuh konsentrasi tinggi. “Susahnya untuk menancapkan itu, harus fokus,” terangnya.

Peserta lainnya, M Nasrun Qoriib mengaku senang ikut lomba ini. Dua tahun sudah dia ikut dalam kegiatan jemparingan. “Senang temannya banyak, disekolah juga diajari,” ujarnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut