Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Kajian BPBD Bantul: Pantai Selatan Berpotensi Terkena Abrasi Setiap Tahun

Selasa, 09 Mei 2023 - 13:35:00 WIB
Hasil Kajian BPBD Bantul: Pantai Selatan Berpotensi Terkena Abrasi Setiap Tahun
BPBD Kabupaten Bantul menemukan potensi besar terjadinya abrasi di pantai selatan DIY setiap tahun. (Foto : iNews.id/yohanes demo)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id- Hasil kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul yang dilakukan menggunakan metode multi lisensi menemukan potensi besar terjadinya abrasi di pantai selatan DIY setiap tahun.

Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya abrasi di sepanjang pesisir pantai selatan, meliputi Pantai Parangtritis, Depok, Pandansimo, Samas, dan Pantai Kwaru. 

Dia menyebut faktor utama penyebab abrasi adalah meningkatkan frekuensi badai siklon dan berkurangnya sidemen sungai. 

"Terjadinya abrasi paling utama disebabkan suplai pasir berkurang karena sebelum sampai ke pantai pasir dari Gunung Merapi maupun sungai sudah diambil untuk pembangunan," ujarnya, Selasa (9/5/2023).

Selain itu, beberapa faktor lainnya seperti penggenangan dan peningkatan serangan gelombang, meningkatnya kejadian badai, kenaikan permukaan air laut, dan hilangnya material oleh limpasan juga mengakibatkan terjadinya abrasi.

Agus menyebutkan hampir semua wilayah pesisir Bantul yang memiliki panjang 15,65 kilometer pernah mengalami abrasi dengan jarak abrasi terjauh menjapai 96 meter. Sedangkan, nilai laju abrasi rata-rata di pesisir Kabupaten Bantul mencapai 2,3 meter per tahunnya. "Rata-rata abrasi di setiap pantai tidak sama," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut