Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul
Advertisement . Scroll to see content

GKR Hemas Khawatir Kasus Intoleransi di Bantul Bisa Ganggu Pilkada 2020

Rabu, 18 Desember 2019 - 15:36:00 WIB
GKR Hemas Khawatir Kasus Intoleransi di Bantul Bisa Ganggu Pilkada 2020
Permaisuri Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas (Foto: Kunthadi/iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id - Permaisuri Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengaku khawatir dengan adanya intoleransi di Kabupaten Bantul. Bukan tanpa alasan, kekhawatiran ini muncul lantaran akan digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Terlebih, kata Hemas, ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan sehingga menimbulkan kontroversi di masyarakat. Yang dimaksud Hemas adalah adanya aturan bupati yang mengikat orang dalam beribadah seperti kasus pembubaran upacara piodalan di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupten Bantul, Yogyakarta. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap politik.

"Di Bantul ini ada beberapa kejadian yang kurang nyaman terkait intoleransi,” kata GKR Hemas di KPU Bantul, Rabu (18/12/2019).

Hemas ingin masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga, ketika Pilkada 2020 digelar, tidak menjadi insiden buruk di Yogyakarta. Dia meminta agar semua pihak seperti Polri, TNI dan stakeholder terkait bisa meminimalisir serta menjaga keamanan selama Pilkada 2020.

“Dulu Bantul itu adem ayem, sebelum pilkada harus diantisipasi agar tetap ayem tentrem,” ujar Hemas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut