Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bocah di Cianjur Hilang 2 Hari Ternyata Tenggelam di Sungai, Pencarian Masih Dilakukan
Advertisement . Scroll to see content

BPBD Gunungkidul Maksimalkan TRC untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Jumat, 14 Oktober 2022 - 22:50:00 WIB
BPBD Gunungkidul Maksimalkan TRC untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
BPBD Gunungkidul menyiapkan tim reaksi Cepat yang akan bekerja 24 jam dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (Foto: Dharmawan Hadi)
Advertisement . Scroll to see content

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi. Setidaknya ada lima kapanewon yang rawan terjadi tanah longsor. 

“Kami siagakan TRC yang akan bekerja 24 jam ketika terjadi bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono Jumat (14/10/2022). 

Saat ini intensitas hujan yang terjadi di wilayah DIY cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor. Tidak hanya itu, cuaca ekstrem juga bisa memicu terjadinya angin kencang.  

Berdasarkan kajian risiko bencana saat musim hujan, khususnya cuaca ekstrem, ada lima kepanewon/kecamatan yang masuk kawasan rawan longsor, yakni Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, dan Semin.

"Kelima kapanewon tersebut rawan terjadi longsor saat musim hujan karena berawa di perbukitan. Selain itu, berdasarkan kejadian-kejadian longsor sebelumnya yang ketap terjadi di wilayah tersebut," katanya.

Sementara daerah rawan banjir ada di Kapanewon Playen, khususnya Kelurahan Banyusoca dan Kapanewon Wonosari. Sedangkan wilayah yang rawan puting beliung di Semanu dan Paliyan.

Kepala Seksi Pencegahan, Kesiapsiagaan Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul Agus Wibowo mengatakan, saat ini BPBD memaksimalkan keberadaan TRC BPBD Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi potensi bencana. Tim ini akan siaga 24 jam selama tujuh hari. 

Selain itu, BPBD Gunungkidul juga akan mengoptimalkan keberadaan desa tangguh bencana (destana) dalam rangka mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Jumlah destana di Gunungkidul ada 79 dari 144 kelurahan.

"Kami juga memaksimalkan destana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini," katanya.

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut