Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jalur Alternatif Medan–Berastagi via Kutalimbaru, Solusi Hindari Macet
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungi Rumah Pengasingan Soekarno di Berastagi, Djarot Tampak Takjub

Selasa, 13 Maret 2018 - 18:04:00 WIB
Kunjungi Rumah Pengasingan Soekarno di Berastagi, Djarot Tampak Takjub
Djarot Saiful Hidayat berfoto di patung Soekarno di rumah pengasingan Soekarno di Berastagi. (Foto: iNews.id/Stepanus)
Advertisement . Scroll to see content

MEDAN, iNews.id – Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat di sela-sela kegiatan kampanye, mengunjungi rumah pengasingan Presiden pertama RI Soekarno di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Selasa (13/3/2018). Djarot tampak takjub melihat rumah yang pernah ditinggali bapak pendiri bangsa itu dan mengingatkan pentingnya bagi masyarakat untuk mengisi kemerdekaan. 

Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dipandu oleh Sugeng Priwono, penjaga rumah pengasingan Bung Karno. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Sugeng, Bung Karno diasingkan di rumah tersebut oleh pemerintah kolonial Belanda selama 11 hari, yakni mulai dari tanggal 22 Desember 1948 hingga 1 Januari 1949. Saat itu, Bung Karno diasingkan bersama-sama dengan Sutan Syahrir dan Agus Salim.

Djarot tampak memeriksa semua isi rumah yang menurut Sugeng masih dipertahankan keasliannya. Sejauh ini, tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam pemeliharaan rumah pengasingan Bung Karno. “Mungkin kendalanya hanya hujan abu vulkanik Gunung Sinabung, selebihnya ya tidak terlalu berarti,” ujarnya.


Sementara itu, Djarot mengaku takjub setelah melihat rumah pengasingan Bung Karno di Berastagi. Salah satunya saat melihat pohon beringin berdaun cemara di kawasan salah satu tempat bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia itu. “Ini hanya ada di lokasi ini. Sudah pernah ditanam di sejumlah tempat, namun tidak bisa tumbuh seperti ini,” ujar Djarot.

Dalam sejarahnya, Bung Karno bersama-sama dengan Sutan Syahrir dan Agus Salim kerap berdiskusi di bawah pohon beringin itu. “Ini adalah satu situs yang harus dirawat, dipelihara dan dioptimalisasi, sehingga warga kita tahu bahwa dalam perjalanannya, Bung Karno pernah dibuang ke tempat ini,” papar Djarot.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut