Inflasi Sumut Terendah Nasional, Binsar Simarmata Dorong UMKM Jadi Penjaga Stabilitas Ekonomi
MEDAN, iNews.id - Stabilitas harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis melalui Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut), provinsi ini mencatat inflasi bulanan terendah secara nasional pada Juni 2026, kondisi yang dinilai perlu diimbangi penguatan UMKM agar ekonomi tetap bergerak.
Dilansir dari akun resmi Bank Indonesia (BI) Sumut, inflasi Sumut pada Juni 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,44 persen. Secara tahunan inflasi Sumut berada di level 4,79 persen (year-on-year/yoy), sedangkan inflasi tahun berjalan 0,90 persen (year-to-date/ytd), juga lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 1,79 persen.
Anggota Komisi II DPRD Medan Binsar Simarmata menilai capaian tersebut patut diapresiasi sebagai hasil sinergi pengendalian inflasi. Namun, dia menegaskan keberhasilan tersebut harus dibarengi kebijakan yang memperkuat UMKM karena sektor itulah yang menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
"Inflasi yang terkendali tentu menjadi kabar baik. Tetapi menjaga stabilitas ekonomi tidak cukup hanya mengendalikan harga. UMKM adalah sektor yang paling mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat karena mereka tetap berproduksi, berdagang, menyerap tenaga kerja, dan menjaga daya beli tetap bergerak. Kalau UMKM kuat, ekonomi daerah juga akan lebih tahan menghadapi tekanan inflasi," kata Binsar dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Dia menilai UMKM memiliki posisi strategis karena menjadi pelaku ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika pelaku usaha kecil tetap memperoleh akses modal, bahan baku, dan pasar yang memadai, pasokan barang kebutuhan pokok akan lebih terjaga sehingga gejolak harga dapat ditekan.