MEDAN, iNews.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebut kelompok jaringan teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan berpaham sakit jiwa. Di mana saat ini, sudah ada 30 orang ditangkap atas dugaan kasus terorisme tersebut.
"Itu masalah paham yang salah. Kalau nanti saya meledakkan orang lain menjadi cedera, menjadi korban, saya menjadi korban, saya masuk surga. Itu pemahaman yang salah. Ini orang berbuat seenaknya seperti itu dan itu sangat salah," kata Edy, Selasa (19/11/2019).
Polda Sumut: Kelompok Terduga Teroris Kerap Latihan Berkuda di Tanah Karo
Menurutnya, orang yang berpaham radikal memiliki pemahaman yang berbeda dan dinilai memaksakan kehendak.
"Tolong jangan dimasukkan mereka dalam salah satu komponen yang ada di kita. Itu bukan orang kita. Orang sakit jiwa itu. Orang radikal itu mereka yang punya pemahaman berbeda tetapi memaksakan kehendak," katanya.
Edy menilai, kebanyakan orang takut mati. Namun dia melihat hal tersebut berbeda dengan kelompok paham radikal tersebut.