Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla di Sumsel Meningkat, Ratusan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Antisipasi Karhutla, 7 Bupati Diminta Pantau Lahan Tidak Produktif dan Terbengkalai

Sabtu, 28 Mei 2022 - 11:26:00 WIB
Antisipasi Karhutla, 7 Bupati Diminta Pantau Lahan Tidak Produktif dan Terbengkalai
Tujuh kabupaten di Sumsel rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Foto: Ilustrasi/Fitriadi)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah kabupaten dan kota diminta segera membentuk pos komando siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur SumselHerman Deru mengatakan, pos komando disiapsiagakan di titik-titik rawan karhutla yang tersebar di masing-masing daerah, termasuk di antaranya kawasan tidak produktif atau terbengkalai.

“Pembentukan pos komando sebagai bentuk antisipasi karhutla yang sudah saya tanda tangani hari ini,” kata Herman Deru, Jumat (27/5/2022).

Berdasarkan hasil evaluasi lintas sektoral dengan pihak terkait lain ditemukan bahwa sebagian besar kasus karhutla Sumsel itu terjadi di kawasan tidak produktif dan terbengkalai, sehingga perlu diawasi.

“Untuk karhutla saat ini, saya belum dapat laporan, tapi antisipasi tetap perlu dioptimalkan seperti yang sudah kami lakukan setiap tahunnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, petugas di pos komando yang disiagakan juga ditugaskan untuk menginventarisir jumlah lahan yang berpotensi terbakar selama musim kemarau yang sudah mulai berlangsung ini.

“Termasuk juga mendata siapa pemilik lahan khususnya kawasan lahan yang tidak produktif tadi, itu tujuannya untuk mengajak mereka bersama-sama melakukan upaya meminimalisir potensi karhutla,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel telah memetakan ada tujuh kabupaten yang menjadi kawasan rawan karhutla, yakni Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, PALI, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Lahat.

Kawasan tersebut dikategorikan rawan karhutla berdasarkan perhitungan secara letak geografis yang memiliki lahan gambut relatif luas, sehingga menjadi perhatian khusus.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut