BUKITTINGGI, iNews.id - Tiga mahasiswi yang mencekoki kucing dengan minuman keras (miras) akhirnya ditangkap. Diketahui salah satu pelaku berinisial SA merupakan seorang mahasiswi D3 Kebidanan Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
Sebelumnya beredar video tiga wanita memberi miras ke kucing sambil tertawa kegirangan. Tak lama ketiganya langsung memberikan klarifikasinya. Ketiga pelaku telah meminta maaf kepada warga dan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
3 Mahasiswi Ditangkap usai Nekat Cekoki Kucing dengan Miras di Padang
Organisasi Penyayang Kucing di Indonesia (Indonesian Cat Association - ICA) telah melaporkan ketiga pelaku yang memberikan minuman keras kepada kucing kepada polisi. Polisi telah menerima laporan dari ICA dan akan meminta keterangan dari pelaku dalam waktu dekat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, Kombes Dedy Adriansyah Putra mengatakan pelaku diancam Pasal 302 dan Pasal 540 KUHP mengatur bahwa seseorang yang melakukan penganiayaan terhadap hewan, baik ringan maupun berat, dapat dikenai hukuman penjara maksimal 9 bulan.
Video Viral Kucing Dicekoki Miras, 3 Mahasiswi di Padang Digeruduk Warga
Sementara itu, Dekan Fakultas Kebidanan Universitas Prima Nusatara Bukittinggi, Desi Maria mengatakan SA terancam dikeluarkan dari kampusa karena pelanggaran yang dilakukan.
Gegara Selamatkan Kucing, Siswi SD di Labuhanbatu Terlindas Truk Kakinya Diamputasi
SA sebelumnya juga telah melanggar kode etik dan diberi sanksi, termasuk kesepakatan untuk tidak mengulangi kesalahan. Kesepakatan tersebut mencakup ancaman pengusiran dari kampus jika SA melanggar kembali.
Pihak kampus menyayangkan penampilan pelaku ketika meminta maaf di depan warga yang viral di media sosial. Pelaku terlihat melanggar etika perilaku dengan berpakaian kurang sopan dan membawa vape, yang tidak mencerminkan perilaku seorang mahasiswa yang baik.
Viral Kisah Nabila Tertabrak Truk demi Selamatkan Kucing, Kini Satu Kakinya Diamputasi
Saat ini, sanksi terhadap SA dalam proses penentuan oleh pihak kampus. Pihak kampus akan menyesuaikan sanksi dengan proses kasus di luar kampus.
Editor: Nani Suherni