Avanza Terjun ke Sungai di Pasaman Sumbar, Tiga Penumpang Tewas
AGAM, iNews. id – Mobil minibus Avanza berpenumpang lima orang warga Kabupaten Agam, terjun ke sungai sedalam 18 meter di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Senin sore (06/11/2017). Tiga penumpang tewas di terjebak di mobil sementara dua orang kritis.
Kecelakaan ini diduga karena pengemudi hilang kendali. Mobil Avanza BA 1554 LD akhirnya terjun ke sungai di dekat Jembatan Sungai Paku, Jorong Ampek Koto, Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.
Tiga penumpang yang tewas yakni, Darwis (40), warga Rawang, Kecamatan Candung; Madi (40), warga Aia Tabik, Kecamatan Tilatang Kamang; dan Mak Sati (60), warga Labuang, Kecamatan Canduang. Sementara pengemudi Avanza, Kalek (40), warga Koto Laweh, Candung, mengalami luka berat dan Gusrial (15), warga Koto Laweh, Candung, luka ringan.
Warga setempat yang menjadi saksi mata, Matdenis Syofiana (20), mengungkapkan, kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika melewati jalan yang menikung tajam kekiri, mobil terlihat hilang kendali. Mobil langsung terjun ke sungai di sebelah kiri jalan, tepat sebelum jembatan.
"Arus lalu lintas dan suasana di sekitar lokasi sedang sepi. Tak lama, warga dan polisi langsung memadati lokasi kejadian dan berusaha mengevakuasi para penumpang di dalam mobil," kata Matdenis.
Saat evakuasi, warga dan petugas menemukan seorang korban yang duduk di kursi penumpang depan dan dua penumpang di jok belakang, sudah tidak bernyawa. Para korban diduga tewas akibat benturan dan kehabisan napas setelah air sungai masuk ke mobil.
Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kinali Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syaiful Zubir yang dikonfirmasi menyebutkan, tiga korban meninggal dunia dan pengemudi yang luka berat dibawa ke RSUD Jambak. Sementara korban Gusrial yang luka ringan dilarikan ke Puskesmas Ampek Koto, sekitar 2 km dari lokasi kejadian.
Menurut AKP Syaiful, seluruh korban merupakan warga Kabupaten Agam dan diketahui rombongan pencari belut. Hingga pukul 19.00 WIB, polisi masih menunggu keluarga korban dari Agam.
Editor: Maria Christina