Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M5,1 Guncang Bitung Sulut, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Stok Beras di Sulut dan Gorontalo Aman hingga 5 Bulan ke Depan

Minggu, 17 Mei 2020 - 12:50:00 WIB
Stok Beras di Sulut dan Gorontalo Aman hingga 5 Bulan ke Depan
Ilustrasi beras. (Foto: iNews.id/Fachruddin).
Advertisement . Scroll to see content

MANADO, iNews.id - Persediaan beras di Perum Bulog Divre Sulawesi UtaraGorontalo (Sulutgo) cukup untuk empat hingga lima bulan ke depan. Persediaan beras tetap terjaga, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak khawatir.

"Stok ini akan terus terjaga, karena kami terus melakukan permintaan ke kantor pusat," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulutgo, Eko Hari Kuncahyo di Manado, Sabtu (16/5/2020).

Eko mengatakan, ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog Kanwil Sulutgo per tanggal 15 Mei 2020 sebanyak 6.746 ton. Artinya ketahanan stoknya diperkirakan sampai dengan Oktober 2020.

Sementara untuk menambah ketahanan stok, sudah ada tambahan sebanyak 3.000 ton beras medium dari Pulau Jawa. Untuk beras premium, penjualan komersial stoknya ada sebanyak 663 ton.

Selain menjaga stok tetap aman, Bulog juga memastikan kualitas beras. Sehingga pada saat sampai ke tangan pembeli tetap dalam kondisi baik.

"Monitoring dan evaluasi pemeriksaan kualitas dan kuantitas beras dilakukan secara periodik," ujarnya.

Dia menjelaskan manajemen ISO di gudang sesuai standarisasi nasional pergudangan dan dilakukan bersama dengan tim independen. Di antaranya spraying (penyemprotan) dilakukan setiap bulan, sedangkan fumigasi setiap tiga bulan.

"Area yang disemprot di dalam maupun luar gudang, serta pembersihan lingkungan sekitar," ujarnya.

Ini merupakan hermetic storage system yaitu sistem penyimpanan menggunakan penyungkup plastik kedap udara dan tidak memerlukan tindakan perawatan apapun sehingga lebih ramah lingkungan. CO2 stack adalah sistem perawatan dengan menggunakan gas CO2, dengan cara menyungkup komoditas dengan plastik kedap udara, dan ke dalam sungkup plastik tersebut dimasukkan gas CO2 sebagai pengganti udara biasa.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut