Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Magitudo 3,2 Guncang Kendari, Getaran Dirasakan Cukup Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Masyarakat Minahasa Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Februari 2022

Kamis, 09 Desember 2021 - 12:35:00 WIB
Masyarakat Minahasa Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Februari 2022
Sejumlah masyarakat menyaksikan saat air laut mulai naik hingga menyebabkan banjir rob ke kawasan bisnis Kota Manado, Selasa (7/12/2021) malam. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

MINAHASA, iNews.id - Bupati Minahasa Royke Roring mengingatkan masyarakat di daerahnya mewaspadai cuaca ekstrem yang masih terjadi hingga Februari 2022. BMKG juga telah memberikan informasi terkait cuaca ekstrem ini.

"Saya ingatkan saat ini cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi di wilayah Sulawesi Utara bahkan hingga Bulan Februari 2022, jadi harus waspada," kata Bupati Royke di Tondano, Rabu (8/12/2021).

Dia juga mengingatkan agar jajaran pemerintah terutama di kecamatan dan desa/kelurahan terus memantau warga karena cuaca ekstrem rawan terjadi bencana alam.

"Aparat harus mengingatkan masyarakat lebih khusus yang ada di daerah rawan bencana untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Selain itu juga diminta melakukan pencegahan dengan membersihkan lingkungan.

"Kita tentu utamanya berdoa kepada Tuhan agar kita semua dijauhkan dari bencana alam maupun bencana sosial, selamat menyambut Natal Tahun 2021 serta Tahun Baru 2022 yang kita yakini adalah tahun berkat dari Tuhan," ucap Bupati Minahasa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung mengeluarkan rilis informasi potensi banjir pesisir (rob) di Wilayah Sulawesi Utara.

Menurut BMKG, potensi banjir rob terjadi mulai Senin (6/12) sampai Kamis (9/12).

Kepala BMKG Maritim Bitung Andi Cahyadi menjelaskan fase bulan baru yang bersamaan dengan perigee yakni jarak terdekat bulan ke bumi dan peningkatan gelombang laut berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan.

Wilayah potensi terjadi banjir rob, di antaranya pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir utara Gorontalo, pesisir Sitaro, pesisir Sangihe, dan pesisir Talaud.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut