Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AL Dalami Temuan Drone Laut Asing di Selat Lombok
Advertisement . Scroll to see content

Iran Ancam Serang Kota-Kota Israel, Drone Arash-2 Disiapkan

Selasa, 13 September 2022 - 11:05:00 WIB
Iran Ancam Serang Kota-Kota Israel, Drone Arash-2 Disiapkan
Sejumlah drone Iran yang dipajang di suatu lokasi yang tidak diketahui dan dirilis beberapa bulan lalu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id – Ancaman Iran akan menyerang kota-kota di Israel benar-benar telah dipersiapkan dengan matang. Bahkan negara tersebut telah membuat sebuah pesawat tak berawak alias drone yang diberi nama Arash-2 yang dirancang untuk itu.

“Kami telah merancang drone ini secara khusus untuk (menargetkan kota) Haifa dan Tel Aviv. Ini adalah drone unik yang dikembangkan untuk tugas ini,” ungkap media milik pemerintah Iran dengan mengutip komandan Angkatan Darat Iran, Kiyoumars Heydari, kemarin.

“Kami akan mengungkapkan kemampuan drone ini dalam latihan yang akan datang,” katanya, seperti dikutip kembali Reuters.

Permusuhan antara Iran dan Israel semakin sengit dalam beberapa waktu belakangan. Para komandan militer Iran pun telah berulang kali mengancam akan menyerang Kota Tel Aviv dan Haifa.

Upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan para kekuatan dunia (AS, Inggris, Prancis, China Rusia, dan Jerman plus Uni Eropa) belum berhasil sejak negosiasi dimulai di Wina pada April 2021. Israel sendiri menentang negosiasi itu.

Kesepakatan tersebut ditandatangani 2015, dan secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, yang menawarkan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya. Israel menilai kesepakatan itu terlalu memberikan anging untuk Teheran dan menentang upaya AS dan Uni Eropa untuk memulihkannya.

Pada Sabtu (10/9/2022) lalu, Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan keraguan mereka akan niat Iran untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut. Teheran lantas bereaksi dengan mengatakan bahwa pernyataan tiga negara Eropa itu tidak konstruktif.

Di masa pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, Washington DC menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran itu pada 2018. Senada dengan Israel, Trump berdalih, perjanjian itu terlalu lunak terhadap Iran. 

Sejak itu, Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi besar-besaran terhadap Teheran.

Iran berkeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut