Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Malapraktik, Keluarga Lapor Polisi usai Bayi Patah Tulang di RSUD Sumba Timur
Advertisement . Scroll to see content

Demi Ritual Pemujaan Setan, Ibu di Meksiko Nyaris Korbankan Bayi

Jumat, 14 Oktober 2022 - 22:20:00 WIB
Demi Ritual Pemujaan Setan, Ibu di Meksiko Nyaris Korbankan Bayi
Ilustrasi ritual pemujaan setan. (Foto: SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.id - Mayra Montellanos (43) ditangkap polisi di sebuah bangku taman di Meksiko pada Senin (10/10/2022). Dia ditangkap tepat sebelum membanting bayinya ke tanah sebagai salah satu tahap ritual pemujaan setan.

Bayi umur tiga bulan tersebut  berhasil diselamatkan dari sebuah ritual pemujaan setan yang mengorbankan manusia.

Dilansir dari Daily Star, aksi penyelamatan bayi itu bermula saat saksi mata yang tak disebutkan namanya melapor ke Polisi Negara Bagian (Policia Estatal Acreditable) pada tengah malam.

"Ada seorang perempuan berpakaian hitam duduk di bangku dengan bayi yang telanjang," ujar saksi kepada polisi.

Petugas segera menuju lokasi dan melakukan penyelamatan dan penangkapan usai menerim laporan tersebut. Saat acara pemujaan, Montellanos diketahui dalam kondisi mabuk.

Bayi malang itu kini tengah dirawat oleh petugas kejaksaan pasca-kejadian. Dalam pemeriksaan, bayi malang itu berada di bawah pengaruh obat-obatan selama percobaan pengorbanan. 

Sementara Montellanos mengaku, insiden itu adalah kesalahpahaman yang mengerikan. Dia mengklaim ritual pemujaan tidak seperti yang terlihat.

Diyakini, Montellanos sedang melakukan beberapa bentuk ritual yang akan membuatnya diterima ke dalam sekte yang tidak disebutkan namanya. Beruntung, dia segera ditangkap polisi sebelum pengorbanan dapat dilakukan.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut