Viral! Balita Meninggal Diduga Terlambat Rujukan, Ini Penjelasan RSUD Syekh Yusuf Gowa
GOWA, iNews.id – Video seorang balita yang meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Balita laki-laki bernama Athar (2) itu diduga meninggal akibat terlambat mendapatkan rujukan ke rumah sakit lain.
Dalam video yang beredar, tampak ibu korban histeris di samping jasad anaknya setelah mengetahui buah hatinya tidak dapat diselamatkan. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Athar meninggal dunia sesaat setelah tiba di IGD RSUD Syekh Yusuf. Berdasarkan informasi yang diperoleh, balita tersebut sebelumnya mengalami demam tinggi selama empat hari sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Korban kemudian menjalani penanganan medis di IGD. Namun, pada Sabtu (13/6/2026) pukul 03.00 Wita, Athar dinyatakan meninggal dunia saat masih dalam perawatan tim medis.
Keluarga menduga korban meninggal karena terlambat memperoleh rujukan ke rumah sakit lain yang dinilai memiliki fasilitas lebih memadai untuk menangani kondisinya.
Menanggapi hal tersebut, pihak RSUD Syekh Yusuf membantah adanya kelalaian dalam penanganan pasien. Rumah sakit menyatakan seluruh tindakan medis yang diberikan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Nur Wahyudi menjelaskan bahwa rumah sakit tidak dapat langsung menerbitkan surat rujukan sebelum memperoleh respons dan persetujuan dari rumah sakit tujuan.
"Kondisi pasien sudah dalam keadaan berat menurut penilaian dari tim dokter dan perawat kami. Dia datang dari rumah memang sudah demam disertai sesak berat," ujar Nur Wahyudi.
Selain itu, menurut pihak rumah sakit, pasien datang ke IGD dalam kondisi gawat setelah mengalami demam tinggi selama empat hari.
Jasad Athar telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan. RSUD Syekh Yusuf menyatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap pelayanan di IGD, khususnya terkait percepatan proses rujukan bagi pasien dalam kondisi darurat agar kejadian serupa tidak terulang.
Editor: Kurnia Illahi