Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Remaja di Makassar Pesta Miras lalu Serang Permukiman Warga demi Konten, 3 Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Tempat Isolasi Apung Disetujui, Pasien Covid Akan Dikarantina di Kapal Pelni

Senin, 12 Juli 2021 - 10:55:00 WIB
Tempat Isolasi Apung Disetujui, Pasien Covid Akan Dikarantina di Kapal Pelni
Kapal PT Pelni (Persero). (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mendukung usulan Wali Kota Makassar Ramdhan (Danny) Pomanto untuk memanfaatkan kapal Pelni sebagai tempat karantina. Ini akan menjadi tempat isolasi apung pertama di Indonesia.

"Tadi saya meeting zoom dengan pak Dirjen Perhubungan Laut dan sekaligus menyampaikan usulan mengenai isolasi terapung itu, dan Alhamdulillah, Pak Menteri mendukung penuh," kata Danny di Kota Makassar, Sulsel, Senin (12/7/2021).

Menurut Danny Pomanto, tempat isolasi apung skala kota ini merupakan konsep yang pertama di Indonesia. Bahkan, dia menilai, mungkin belum pernah dilakukan di kota-kota besar lainnya di luar negeri.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Menhub, beliau mendukung sepenuhnya. Atas nama pemerintah dan warga Kota Makassar kami menyampaikan terima kasih atas sambutan positif Bapak Menhub," ujarnya.

Usai rapat virtual itu, pihak PT Pelni dan Kemenhub akan mengirimkan satu unit kapal lautnya pada Rabu (14/7/2021) untuk digunakan dalam isolasi mandiri pasien.

Menurut dia, daya tampung kapal penumpang yang disiapkan berjumlah sekitar 900 tempat tidur. Kapal penumpang ini merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang dihentikan sementara pengoperasiannya akibat pandemi Covid-19.

"Tanggal 14 nanti kita akan mengunjungi kapalnya, nanti kita akan menyusun protap isolasi mandiri kerja sama Kemenhub, PT Pelni, dan Pemkot Makassar. Kita akan siapkan program-program penyembuhan bagi pasien," katanya.

Rencananya kapal yang dijadikan isolasi apung terpadu ini akan ditempatkan di sekitar Pantai Losari-CPI, untuk memudahkan pengawasan dan pendistribusian logistik serta obat-obatan bagi pasien yang berada di kapal.

"Hasil pembicaraan dengan PT Pelni, kita juga akan melibatkan unsur TNI-Polri dalam program ini," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut