Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa Papua Bentrok dengan Debt Collector di Makassar, Motor Ditarik Akhirnya Dikembalikan
Advertisement . Scroll to see content

Kedatangan TKA China di Sulsel Diklaim Sesuai Prosedur, Total Ada 46 Orang

Selasa, 06 Juli 2021 - 09:05:00 WIB
Kedatangan TKA China di Sulsel Diklaim Sesuai Prosedur, Total Ada 46 Orang
Satgas Covid-19 Bantaeng melakukan tes PCR terhadap TKA China yang bekerja untuk PT Huady Nickel Alloy. (Foto: Dinkes Bantaeng)
Advertisement . Scroll to see content

BANTAENG, iNews.id - Kedatangan TKA China di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) diklaim sudah sesuai prosedur. Para pekerja ini masuk dalam tiga gelombang dengan total 46 orang.

Imigrasi Makassar, Ardiyanto mengatakan, mereka datang sejak 29 Juni lalu dengan jumlah sembilan orang. Lalu 1 Juli (17 orang) dan 3 Juli (20) orang.

"Pemberangkatan mereka ke Kota Makassar, setelah melalui semua prosedur yang ditetapkan pemerintah. Mulai dari kesehatan hingga keimigrasian," kata Ardiyanto di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Selasa (6/7/2021).

Para pekerja asing ini lebih dulu tiba di Jakarta dan menjalani karantina di wisma atlet. Mereka juga sudah menjalani tes swab PCR sebelum berangkat ke Kota Makassar.

Kemudian saat pemeriksaan visa, kata dia, tidak ada masalah, dengan keperluan bisnis dan uji coba keahlian. Hal ini sudah sesuai aturan. Jangka waktu mereka berada di Indonesia selama 60 hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Andi Darmawan Bintang, bersama Imigrasi, turun langsung ke PT Huadi Nickel di Kabupaten Bantaeng untuk mengecek legalitas dokumen para TKA China.

Sebelumnya sebanyak 20 orang TKA China datang melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (3/7/2021). Mereka masuk ke daerah tersebut saat pemerintah sedang menerapkan PPKM darurat.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut