Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Anggota Geng Motor Sadis di Makassar Ditangkap, Terancam 20 Tahun Bui
Advertisement . Scroll to see content

Ejek Doa Berbuka Puasa, 4 Remaja Perempuan di Makassar Ditangkap Polisi

Rabu, 20 Mei 2020 - 14:40:00 WIB
Ejek Doa Berbuka Puasa, 4 Remaja Perempuan di Makassar Ditangkap Polisi
Remaja perempuan di Makassar diamankan polisi karena diduga terlibat kasus penistaan agama. (Foto: iNews/Leo M Nur).
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Polisi menangkap empat remaja perempuan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), karena mengejek doa berbuka puasa dengan menggantinya dengan kata-kata bernada asusila. Kalimat doa tersebut viral di media sosial dan membuat geram warga di daerah tersebut.

Ketiga remaja ini ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama. Mereka masing-masing berinsial IS (16), NM (14) dan SV (15). Baru-baru ini polisi juga mengamankan seorang lagi pelaku berinsial AD (16) yang diduga memposting video pelecehan agama tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chaerul mengatakan, dari keterangan para tersangka, mereka membuat video dan mempostingnya karena iseng, tanpa ada niat untuk menistakan agama. Awalnya hanya di status Whatsapp, namun beredar di media sosial.

"Pelaku AD memposting di Facebook, sehingga viral di media sosial," kata Kompol Agus di Kota Makassar, Sulsel, Rabu (20/5/2020).

Keempat pelaku memang berstatus anak di bawah umur. Namun polisi tetap menetapkan sanksi kepada mereka yakni Pasal 156 A tentang Penistaan Agama dan Undang-Undang ITE.

Dalam video yang viral tersebut, IS tampak sedang berbaring dan membaca doa berbuka puasa dengan mengganti kata-kata bernada asusila. Remaja perempuan tersebut sebelumnya sudah meminta maaf atas ulahnya tersebut yang telah menyakiti umat Muslim, khususnya di Kota Makassar.

"Sekali lagi dengan rasa bersalah besar, saya meminta maaf kepada seluruh umat Muslim di mana pun berada dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya di kemudian hari," kata IS.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut