Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Siswi SMP di Makassar Dijambret hingga Terseret, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku
Advertisement . Scroll to see content

Corona Bukan Aib, Masyarakat Diminta Jujur saat Periksakan Diri ke Dokter

Selasa, 07 April 2020 - 19:15:00 WIB
Corona Bukan Aib, Masyarakat Diminta Jujur saat Periksakan Diri ke Dokter
Pasien suspect virus korona di RSUD Parepare. (Foto: iNews/Ichsan Anshari).
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Masyarakat diminta jujur bila pernah kontak dengan penderita Covid-19 saat melakukan pemeriksaan di puskesmas maupun rumah sakit. Angka kematian tenaga medis tinggi bukan karena menangani pasien terkonfirmasi positif corona, tapi karena tertular pasien tidak jujur.

Ketua Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Marhaen Hardjo mengatakan, selama ini banyak pasien yang tidak jujur, pernah bepergian ke daerah endemik corona atau pernah bersentuhan dengan pasien positif Covid-19.

"Mereka datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan diagnosa bukan corona, padahal memiliki gejala ke sana. Akhirnya, dokter kena juga karena ke tidak terbukanya pasien," kata dia di Kota Makassar, Sulsel, Selasa (7/4/2020).

Hasil riset IDI, kata dia, angka kematian dokter tinggi bukan karena menangani pasien terpapar virus corona di rumah sakit rujukan. Tapi karena pasien yang berstatus dalam pengawasan atau PDP tapi tidak jujur, dan menularkan ke dokter.

Marhaen menjelaskan, banyaknya tenaga medis yang menjadi korban disaat pandemi virus corona di Indonesia, selain kekurangan alat pelindung diri (APD), permasalahan lain, pasien tidak jujur ketika datang memeriksakan dirinya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut