Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bripda Dirja Pratama Bintara Muda Polda Sulsel Tewas Diduga Dianiaya Senior di Makassar
Advertisement . Scroll to see content

Bripda Dirja yang Diduga Tewas Dianiaya Senior Ternyata Anak Polisi, Ini Kata Sang Ayah

Senin, 23 Februari 2026 - 10:55:00 WIB
Bripda Dirja yang Diduga Tewas Dianiaya Senior Ternyata Anak Polisi, Ini Kata Sang Ayah
Aipda Muhammad Jabir, ayah Bripda Dirja Pratama yang tewas diduga dianiaya senior di Makassar minta keadilan. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Bripda Dirja Pratama yang diduga tewas dianiaya senior ternyata anak polisi aktif di Polres Pinrang, Polda Sulawesi Selatan,. Kematian bintara muda berusia 19 tahun itu kini dalam penyelidikan dan memicu duka mendalam keluarga.

Bripda Dirja Pratama, anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Daya, Kota Makassar, Minggu (22/2/2026). Dugaan penganiayaan muncul setelah keluarga melihat adanya darah keluar dari mulut korban.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku sangat terkejut atas kabar meninggalnya anaknya. Dia menyebut komunikasi terakhir tidak menunjukkan tanda-tanda sakit serius.

“Itulah yang mau dicari tahu, apakah ada dugaan korban dianiaya seniornya. Ada darah keluar dari mulutnya,” ujar Aipda M Jabir di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Senin (23/2/2026).

Aipda M Jabir menegaskan akan menempuh jalur hukum jika terbukti ada unsur kekerasan.

"Saya akan menempuh proses hukum untuk meminta keadilan. Bila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda Sulsel untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiayaan," katanya.

Sebelumnya, Bripda Dirja sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya usai salat subuh. Namun dalam percakapan terakhir dengan ibunya, dia menyatakan dalam keadaan baik hingga akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

Jenazah Bripda Dirja yang tewas kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan medis dan forensik lanjutan. Autopsi dilakukan oleh Biddokkes Polda Sulsel sebelum jenazah dipulangkan ke Kabupaten Pinrang.

"Pada tubuh anaknya ditemukan sejumlah luka lebam di bagian perut, dada, dan leher," ucapnya.

Saat ini Bidang Propam Polda Sulsel telah memeriksa enam personel terkait kematian Bripda Dirja. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy mengatakan proses pemeriksaan masih terus berjalan.

“Ada enam orang yang telah kami periksa terkait meninggalnya korban,” ujarnya.

Zulham menambahkan, kemungkinan jumlah personel yang diperiksa dapat bertambah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan profesional dan transparan.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Bripda Dirja yang tewas diduga dianiaya senior masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis dan forensik. Keluarga berharap kejelasan segera terungkap demi keadilan bagi almarhum.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut