Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Asrama TNI di Palangka Raya, Bangunan Ludes Dilahap Api
Advertisement . Scroll to see content

Kadar Gula Tinggi, Wanita Obesitas Titi Wati Urung Jalani Operasi

Minggu, 13 Januari 2019 - 19:05:00 WIB
Kadar Gula Tinggi, Wanita Obesitas Titi Wati Urung Jalani Operasi
Wanita penderita obesitas Titi Wati saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Foto: iNews.id/Ade Sata)
Advertisement . Scroll to see content

PALANGKARAYA, iNews.id – Harapan Titi Wati (37) wanita penderita obesitas yang memiliki bobot 220 kg (semula dinyatakan 350 kg) untuk bisa segera mengembalikan berat tubuhnya harus tertunda.

Penyebabnya, tim medis RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terpaksa menunda operasi lambung terhadap ibu satu anak dan satu cucu itu. Tim dokter belum bersedia melakukan operasi karena jika dipaksakan akan berakibat fatal.

Selain mengalami obesitas, Titi juga diketahui mengidap penyakit kencing manis atau diabetes. Titi pun harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan terapi untuk menurunkan kadar gula darahnya yang masih tinggi.

Perawat RSUD Doris Sylvanus, Fitriyani mengatakan, penyakit kencing manis yang diderita Titi yang menjadi alasan tim dokter belum dapat melakukan tindakan operasi lambung dengan sistem bareatrik. “Jika dipaksakan akan berakibat fatal. Karena itu, operasi lambung ditunda sampai kadar gula si pasien kembali normal,” katanya, Minggu (13/1/2019).

Dia menuturkan, rencananya Titi Wati menjalani pengobatan penurunan kadar gula dengan sistem cepat atau regulasi hingga beberapa hari ke depan agar wanita yang telah enam tahun menderita obesitas itu bisa segera dapat dilakukan tindakan operasi.

“Siang tadi, kita lakukan pemeriksaan kesehatan umum seperti tensi nadi, suhu tubuh, serta kadar oksigen yang ada di dalam tubuh. Hasilnya dapat terbilang normal,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, Titi Wati juga tengah menjalani terapi khusus oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk menurunkan kadar gula darahnya yang masih tinggi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut