Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Anggota KKB Ditangkap di Sugapa Intan Jaya, Anak Buah Apen Kobogau
Advertisement . Scroll to see content

Warga Kampung di Nduga Mulai Mengamankan Diri ke Kenyam, Hindari Gangguan KKB

Sabtu, 15 April 2023 - 16:51:00 WIB
Warga Kampung di Nduga Mulai Mengamankan Diri ke Kenyam, Hindari Gangguan KKB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. (Foto: iNews/Fredy Nuboba)
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Sejumlah kampung dari berbagai kampung di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan mulai mengamankan diri ke Kenyam. Mereka saat ini sudah berada di Kenyam yang merupakan Ibu Kota Nduga.

Kapolda PapuaIrjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, para warga datang ke Kenyam untuk menghindari gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dia menyebut, TNI Polri bersama Pemkab Nduga telah meminta masyarakat untuk sementara bermukim di Kenyam guna mengantisipasi gangguan keamanan.

Kapolda membantah ada paksaan terhadap warga untuk keluar dari kampungnya. Itu terjadi karena kesadaran mereka yang takut gangguan KKB karena seringkali melakukan teror. Bahkan para warga ini rela berjalan kaki selama beberapa hari sebelum akhirnya aparat keamanan menolong mereka.

"Anggota KKB seringkali mengganggu masyarakat sehingga mereka mengalami ketakutan," ujar Fakhiri, Sabtu (15/4/2023).

Selama berada di Kenyam, para warga ini dibantu Pemkab Nduga, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketika ditanya upaya pembebasan sandera, Kapolda Papua menegaskan saat ini masih terus berlangsung dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera dibebaskan dalam keadaan sehat walafiat," kata Kapolda.

Diketahui, upaya pembebasan terhadap pilot Susi Air yang disandera KKB masih terus dilakukan. Pilot asal Selandia Baru ini disandera sejak 7 Februari lalu saat mendarat di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut