Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh
Advertisement . Scroll to see content

Viral Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Intan Jaya Papua, Ternyata Bagian Lonceng Jatuh

Jumat, 05 Juni 2026 - 15:25:00 WIB
Viral Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Intan Jaya Papua, Ternyata Bagian Lonceng Jatuh
Petugas dan warga saat verifikasi terkait benda viral diduga bom di Gereja Kingmi Intan Jaya yang ternyata merupakan komponen lonceng. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

INTAN JAYA, iNews.id - Warga Kabupaten Intan Jaya, Papua, sempat digegerkan dengan video benda mencurigakan di Gereja Kingmi Jemaat Sion Jaindapa, Kampung Sugapa Lama, Distrik Sugapa, yang viral di media sosial. Video itu menimbulkan keresahan karena menarasikan benda mencurigakan tersebut adalah bom atau ranjau.

Pemeriksaan lapangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan benda tersebut bukan bahan peledak. Verifikasi menunjukkan benda itu merupakan bagian dari isi lonceng gereja yang terlepas dan jatuh.

Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa menegaskan pihaknya langsung mengecek dan memastikan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Hasil verifikasi lapangan kemudian disampaikan dalam koordinasi lanjutan yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah, Satgas Operasi Damai Cartenz dan Satgas TNI.

Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, benda yang sempat diduga sebagai bom atau ranjau dipastikan merupakan bagian dari isi lonceng gereja yang terlepas dan jatuh.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Yohakim Mujiaju, yang turut mengecek langsung ke lokasi menegaskan bahwa informasi mengenai adanya bom atau ranjau di gereja tidak benar.

“Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa benda yang sempat viral dan diduga sebagai bom atau ranjau tersebut merupakan bagian dari isi lonceng gereja. Karena itu masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Hal senada disampaikan Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani. Dia menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyimpulkan sesuatu sebagai ancaman keamanan.

“Penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi dapat memicu keresahan dan dimanfaatkan pihak tertentu untuk menciptakan situasi tidak kondusif,” kata Irjen Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan, sinergi antara petugas keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Langkah cepat pemerintah melakukan pengecekan lapangan sangat membantu agar fakta dapat diketahui masyarakat dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berencana menyampaikan klarifikasi resmi melalui saluran komunikasi publik untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang benar dan menghindari spekulasi lanjutan. Satgas Damai Cartenz 2026 juga terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mencegah penyebaran informasi provokatif.

Masyarakat diimbau selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, demi keamanan dan ketertiban di Intan Jaya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut