JAYAPURA, iNews.id - Pemerintah berencana merelokasi para korban banjir bandang di wilayah Sentani, Jayapura, Papua. Alasannya, wilayah yang selama ini dihuni mereka dinilai sangat rawan, apalagi jika terjadi bencana susulan.
Data yang diperoleh, total korban jiwa akibat bencana banjir bandang Sentani pada 16 Maret silam tercatat mencapai 112 jiwa. Rinciannya, 105 korban tewas di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura. Sementara korban terdampak yang mengungsi mencapai ribuan orang dengan total kerugian akibat bencana ditaksir Rp506.425.424.100.
Tanggap Darurat Usai, Bencana Banjir Sentani Masuki Transisi Pemulihan
"Ya ini kan harus direlokasi karena tempat yang lama masih dalam wilayah rawan bencana. Pengungsi harus dipindahkan. Relokasinya akan segera ditetapkan gubernur dan bupati. Kalau sudah, baru nantu kita masuk untuk pembangunan rumahnya," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat meninjau korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, Senin (1/2/2019).
Jokowi datang ke lokasi bencana dan pengungsian didampingi istri Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Seskab Pramono Anung dan Ketua BNPB Doni Manardo.
Jokowi berharap, penetapan lokasi pengungsi secepatnya dilakukan sehingga masyarakat bisa mendapatkan kepastian. Selain itu juga agar pembangunan rumah bisa mulai secepatnya.