Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Anggota KKB Ditangkap di Sugapa Intan Jaya, Anak Buah Apen Kobogau
Advertisement . Scroll to see content

Selidiki Kasus Penembakan Guru SD, TNI-Polri Petakan Kekuatan KKB di Puncak Papua

Kamis, 08 April 2021 - 14:10:00 WIB
Selidiki Kasus Penembakan Guru SD, TNI-Polri Petakan Kekuatan KKB di Puncak Papua
Para anggota KKB yang meneror masyarakat sipil di Papua. (Foto: TNI)
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Personel gabungan TNI-Polri memetakan kekuatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Komplotan tersebut diduga menjadi dalang penembakan guru SD di Kampung Julukoma.

Informasi yang dihimpun iNews.id, KKB yang menguasai Kabupaten Puncak berasal dari Kodap III Kemabu dan Pok Yambi. Jumlah anggotanya sebanyak 75 orang.

Ada 30 pucuk senjata api, baik laras pendek dan panjang yang dimiliki komplotan tersebut. Kelompok ini diduga terlibat dalam kasus penembakan warga sipil yang berprofesi sebagai guru SD di wilayah Beoga.

Insiden penembakan ini terjadi di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (8/4/2021) pukul 09.50 WIT. Korban  atas nama Oktovianus Rayo (43).

Dalam laporannya Kapolsek Beoga, Ipda Ali Akbar mengatakan, kronologinya berawal saat orang tak dikenal diduga KKB mendatangi rumah korban.

"Pelaku langsung menembak korban dan mengenai rusuk kanan korban. Ada dua bekas luka tembakan di tubuh korban," kata Ipda Ali Akbar di Kabupaten Puncak, Kamis siang.

Korban langsung ditolong warga sekitar, termasuk rekan-rekan sesama guru. Jasad Oktovianus ditandu ke Puskesmas Beoga untuk mendapat penanganan medis.

Namun korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini jenazahnya masih berada di puskesmas terdekat. Sementara pelakunya masih dalam penyelidikan polisi.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut