Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Anggota KKB Ditangkap di Sugapa Intan Jaya, Anak Buah Apen Kobogau
Advertisement . Scroll to see content

Pesan Mendagri untuk 3 Pj Gubernur DOB Papua : Jaga Stabilitas Politik

Jumat, 11 November 2022 - 15:27:00 WIB
Pesan Mendagri untuk 3 Pj Gubernur DOB Papua : Jaga Stabilitas Politik
Mendagri Tito Karnavian usai pelantikan pj gubernur di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (11/11/2022). (Foto MPI).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta ketiga penjabat (pj) gubernur daerah otonom baru (DOB) Papua agar menjaga stabilitas politik dan pemerintahan selama mereka bertugas. Ketiganya yakni Pj Gubernur Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah 

"Saya sudah komunikasi sama mereka. Saya sudah sampaikan banyak. Satu, stabilitas politik dan pemerintahan, itu nomor satu," ujar Tit usai meresmikan tiga provinsi baru dan melantik ketiga penjabat gubernur di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Menurutnya, stabilitas politik dan pemerintahan penting untuk dijaga agar pembangunan daerah Papua Selatan, Papua Pegunungan serta Papua Tengah dapat berjalan dengan baik dan optimal. 

"Kita lihat Afghanistan dan Ukraina, sumber dayanya hebat. Akan tetapi, kalau politik dan pemerintahannya terjadi kekacauan, kan enggak bisa bekerja," katanya.

Sebelumnya, Tito telah melantik secara resmi tiga penjabat gubernur provinsi-provinsi baru di Papua tersebut. Mereka yakni Apolo Safanpo sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan, Nikolaus Kondomo sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan dan Ribka Haluk sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah.

Terkait dengan latar belakang profesi ketiga penjabat gubernur tersebut, Apolo sempat menjabat sebagai Rektor Universitas Cendrawasih Papua, Nikolaus sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua dan Ribka sebagai Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Papua serta pernah menjadi Penjabat Bupati Yalimo.

Sebelum dilantik menjadi penjabat gubernur, ketiganya resmi dilantik sebagai staf ahli. Apolo merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan, Nikolaus merupakan Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga dan Kerja Sama Internasional pada Kejaksaan Agung serta Ribka merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik.

Menurut Tito, pelantikan ketiga penjabat gubernur itu menjadi staf ahli ditujukan agar mereka memenuhi syarat menjadi penjabat gubernur, yakni berkedudukan sebagai pejabat pimpinan tinggi madya.

"Untuk menjadi penjabat gubernur itu, undang-undang menyatakan harus pejabat pimpinan tinggi madya. Artinya, eselon 1 struktural, fungsional pun enggak boleh, seperti Pak Apolo. Pak Rektor itu fungsional jabatannya, makanya beliau ditarik untuk memenuhi syarat sebagai pejabat pimpinan tinggi madya, eselon 1 struktural. Staf ahli menteri itu eselon 1 struktural dan itu dilaksanakan dengan keppres," kata Tito.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut