Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Adhyaksa FC Promosi ke Super League usai Bungkam Persipura di Papua
Advertisement . Scroll to see content

Mencekam! Kericuhan Pecah Usai Persipura Gagal Promosi ke Liga 1

Jumat, 08 Mei 2026 - 20:41:00 WIB
Mencekam! Kericuhan Pecah Usai Persipura Gagal Promosi ke Liga 1
Laga play-off promosi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, berakhir ricuh. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Laga play-off promosi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026), berakhir ricuh. Kekalahan Persipura dengan skor 0-1 memicu kekecewaan ribuan suporter yang memadati stadion sejak siang hari.

Gol tunggal Adhyaksa FC dicetak Adilson Silva pada masa injury time babak pertama. Hasil tersebut memastikan Persipura gagal promosi ke Liga 1 musim depan.

Sesaat setelah pertandingan berakhir, suasana stadion berubah memanas. Sejumlah penonton melempar botol, flare, dan benda lain ke arah lapangan serta aparat keamanan. Ratusan suporter kemudian masuk ke area lapangan dan merusak sejumlah fasilitas stadion, seperti bench pemain dan pintu masuk lapangan.

Kericuhan juga meluas hingga area luar stadion. Massa dilaporkan membakar ban dan merusak beberapa kendaraan, termasuk kendaraan milik aparat keamanan.

Kemarahan suporter disebut dipicu hasil pertandingan serta sejumlah keputusan wasit yang dianggap kontroversial. Penonton beberapa kali meneriakkan protes karena wasit dinilai tidak melakukan pengecekan VAR dalam momen penting pertandingan.

Situasi semakin mencekam ketika suporter menyalakan flare di dalam stadion hingga asap tebal menyelimuti lapangan. Aparat gabungan kemudian membentuk barikade untuk mengevakuasi pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan menuju ruang aman.

Akibat kondisi yang belum kondusif, para pemain kedua tim sempat tertahan di ruang ganti. Aparat juga beberapa kali mendapat lemparan botol dan kaleng saat melakukan pengamanan.

Petugas akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Kepulan asap sempat membuat penonton panik ketika berusaha keluar dari tribun stadion.

Hingga Jumat malam, aparat keamanan masih berjaga di sekitar Stadion Lukas Enembe menggunakan kendaraan taktis guna mengantisipasi kerusuhan susulan. Polisi juga masih menyelidiki pihak yang diduga memicu aksi anarkis tersebut.

Kegagalan promosi ini menjadi kekecewaan besar bagi pendukung Persipura yang berharap tim berjuluk Mutiara Hitam kembali tampil di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Sedih sekali, kami datang dengan harapan besar. Tapi beginilah sepak bola. Kami tetap dukung Persipura,” ujar salah satu suporter di luar stadion dikutip dari iNews Sorong Raya.

Sementara itu, panitia pelaksana dan aparat keamanan mengimbau seluruh pendukung untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis usai pertandingan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut