Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ayah Tiri Perkosa 2 Anak Kembar Sekaligus di Surabaya, Salah Satu Korban Hamil
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Suku Nayak di Lembah Baliem Papua, Benarkah Menolak Anak Kembar ?

Rabu, 11 Januari 2023 - 15:15:00 WIB
Cerita Suku Nayak di Lembah Baliem Papua, Benarkah Menolak Anak Kembar ?
Ilustrasi masyarakat salah satu suku di Papua. (Foto : Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Suku Nayak merupakan satu di antara suku di Papua yang tinggal di Lembah Baliem, sekitar Kota Wamena ke arah Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dari penelusuran ditemukan ada cerita dalam masyarakat Suku Nayak, jika seorang menjadi manusia buangan karena melanggar tabu, dia biasanya dihina atau diejek warga lain saat pertemuan adat. Bahkan dia harus membayar denda.

Konon pada waktu kelahiran anak di honai perempuan, jika ada anak kembar, salah satunya harus dibuang. Sebab sesuai adat suku Nayak, mereka menganggap salah satu anak kembar tersebut merupakan anak setan.

Untuk tradisi kematian apabila ada yang meninggal, pihak keluarga harus ada yang dipotong jarinya. Biasanya terhadap anak yang paling besar. Kemudian mayat keluarga yang meninggal dibakar dengan kayu, lalu abunya disimpan di depan rumah.

Sementara dalam pernikahan, pihak laki-laki harus melamar dengan memberi babi 20 ekor pada pihak perempuan. Bila tidak mampu menyediakannya, maka pihak laki-laki harus menunggu dari perempuan yang melamar.

Sebagian besar mata pencarian suku Nayak sebagai petani ubi dan keladi. Dalam suatu acara adat, ubi, sayur dan daging babi dimasak dengan cara ditimbun dengan batu panas yang kerap disebut dengan istilah bakar batu.

Pada laki-laki suku Nayak masih banyak yang mengenakan koteka terbuat dari kunden kuning. Sementara para perempuan memakai pakaian wah yang berasal dari rumput atau serat.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut