Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

31 Pekerja Jembatan di Papua Dibunuh Kriminal Bersenjata

Senin, 03 Desember 2018 - 22:17:00 WIB
31 Pekerja Jembatan di Papua Dibunuh Kriminal Bersenjata
Ilustrasi anggota kelompok separatis kriminal bersenjata. (Foto: Okezone).
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Kelompok kriminal separatis bersenjata yang diduga merupakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) membunuh 31 orang pekerja jembatan dari PT Istaka Karya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, menyebutkan bahwa laporan tersebut diterima, Senin (3/12/2018) pukul 15.30 WIT. Diakuinya, telah terjadi pembunuhan terhadap para buruh di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

"Laporan terakhir total semua korban adalah 31 orang, 24 di bunuh pada hari pertama pada Minggu (2/12/2018), 8 orang lainnya sempat lolos dan sembunyi," kata Kamal dalam siaran pers yang diterima iNews di Kota Jayapura, Papua.

Namun tak selesai di sana. Para pekerja yang bersembunyi ini kemudian dijemput keesokan harinya, dan kembali dibunuh oleh kelompok bersenjata itu. Tapi masih ada satu orang hilang.

Mendapat laporan tersebut, personil gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP RL Tahapary bergerak dari Kabupaten Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua, dan menyampaikan pesan agar tim berbalik arah karena jalan sudah diblokir kelompok OPM.

Hingga kini aparat gabungan TNI-Polri sudah di terjunkan menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban dan mengejar pelaku pembunuhan.

Sebelumnya Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, juga membenarkan adanya laporan puluhan pekerja di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, tewas di tangan kelompok separatis bersenjata. Namun, informasi tersebut sulit dipastikan kebenarannya karena minimnya akses komunikasi.

"Tidak ada pos polisi dan sarana telekomunikasi ke kawasan itu yang terbatas," kata Sormin.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut