Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Truk Sampah Rp5,1 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Belasan Anak Sapi Mati di Loteng gegara Tak Dapat Susu dari Induk yang Terinfeksi PMK

Rabu, 08 Juni 2022 - 13:19:00 WIB
Belasan Anak Sapi Mati di Loteng gegara Tak Dapat Susu dari Induk yang Terinfeksi PMK
Salah satu anak sapi milik warga di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang masih hidup (Foto: Antara/Akhyar)
Advertisement . Scroll to see content

PRAYA, iNews.id - Selama sebulan sebanyak 15 ekor anak sapi mati terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih merebak di Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB). Anak sapi itu mati karena tidak mendapat susu dari induknya yang terkena PMK.

"Anak sapi itu mati karena kurang mengkonsumsi susu dari induknya yang terkena PMK. Jadi bukan mati terkena PMK," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah Lalu Taufikurahman, Rabu (8/6/2022).

Sedangkan untuk ternak sapi yang terkena wabah PMK sampai saat ini tidak ada yang mati, namun ada yang dipotong paksa oleh para peternak sendiri. Kasus PMK di Loteng saat ini masuk gelombang kedua, karena kasusnya terus meningkat mencapai 4.800 ekor, namun telah sembuh sebanyak 2.456 ekor.

"Tinggal 49 persen yang masih sakit dan sedang dalam proses pengobatan," katanya.

Dia mengatakan kondisi obat untuk mencegah wabah PMK masih langka, sehingga pihaknya melakukan pengobatan dengan herbal seperti dari gula merah, kunyit, dan daun kelor, untuk diberikan kepada ternak yang sakit.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut