Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Tebal Membubung Setinggi 400 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Bandang Landa Kupang, 29 Rumah Warga Hanyut Terbawa Arus Luapan Sungai

Kamis, 29 Desember 2022 - 19:36:00 WIB
Banjir Bandang Landa Kupang, 29 Rumah Warga Hanyut Terbawa Arus Luapan Sungai
Kondisi rumah warga Desa Naitael, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang rusak akibat diterjang banjir bandang, Kamis (29/12) dini hari. (ANTARA/BPBD Kabupaten Kupang)
Advertisement . Scroll to see content

KUPANG, iNews.id - Banjir bandang melanda Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kupang menyebut akibat bencana ini 29 unit rumah warga Desa Naitael hanyut terbawa arus luapan sungai, Kamis (29/12/2022) dini hari.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang Elfrid V Saneh mengatakan, banjir bandang melanda dua desa di Kecamatan Fatuleu Barat, yaitu Desa Naitael dan Tuakau. Banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Siumate yang merusak 85 rumah warga di dua desa tersebut.

"Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan BPBD, ada 29 rumah warga hilang terbawa banjir bandang di Desa Naitael, Kecamatan Fatuleu Barat," ujarnya, Kamis (29/12/2022).

Kerusakan cukup parah dialami warga Desa Naitael, yakni 29 unit rumah hilang disapu banjir bandang. Kemudian terdapat 56 unit rumah rusak dan terendam air banjir di Desa Tuakau.

"Kondisi paling berat terdapat di Desa Naitael. Selain ada rumah warga yang hilang terbawa banjir, juga ada yang rusak akibat luapan Sungai Siumate," katanya.

Dia menambahkan, akibat peristiwa itu 85 kepala keluarga mengungsi ke Desa Naitael dan Posko Kesehatan di SMP Negeri 4 Siumate, Kecamatan Fatuleu Barat. Saat ini kebutuhan yang mendesak bagi warga terdampak bencana alam banjir bandang di dua desa berupa terpal, makanan siap saji, air bersih, selimut dan family kit.

"Warga yang rumahnya rusak total dan masih terendam banjir bertahan di pengungsian karena hujan masih mengguyur daerah itu," kata Elfrid.

Menurutnya, selain merusak rumah penduduk, banjir bandang juga menyebabkan infrastruktur jalan raya yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Fatuleu Barat.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut