Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kementerian LH Ungkap 13,5 Ton Cengkeh Tercemar Radioaktif CS-137, Dimusnahkan Tahun Depan
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Cengkeh 13,5 Ton yang Terkontaminasi Radioaktif Cesium-137 Berasal dari Lampung

Rabu, 03 Desember 2025 - 14:56:00 WIB
Terungkap! Cengkeh 13,5 Ton yang Terkontaminasi Radioaktif Cesium-137 Berasal dari Lampung
Ilustrasi cengkeh 13,5 ton terkontaminasi Cesium-137 asal Lampung telah direimpor dan akan dimusnahkan pada 2026. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Fakta baru terungkap terkait kasus cengkeh 13,5 ton terkontaminasi Cesium-137, setelah Menteri Lingkungan HidupHanif Faisol Nurofiq menyampaikan temuan tersebut dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI, Rabu (3/12/2025). Hanif menegaskan seluruh cengkeh yang tercemar radioaktif itu ternyata berasal dari wilayah Lampung.

Kontaminasi terdeteksi ketika produk tersebut hendak diekspor dari Surabaya, sebelum akhirnya dilakukan penelusuran oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Penanganan kontaminasi di Lampung dan Surabaya telah teridentifikasi terkait tercemarnya cengkeh yang berasal dari pengiriman Surabaya, selanjutnya kami lakukan penelusuran lebih lanjut," ujarnya dalam rapat, Rabu (3/12/2025).

Hanif menjelaskan cengkeh yang terdeteksi mengandung radioaktif Cs-137 tersebut bersumber dari Lampung.

"Kami lakukan penelusuran ke Lampung untuk mencari tahu asal usul cengkeh tersebut bisa tercemar zat berbahaya," katanya.

Penelusuran dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan lokasi mana yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi.

Dari hasil investigasi, tim KLHK menemukan satu titik kontaminasi di sebuah area perkuburan di Lampung.

"Kita menemukan satu titik yang berada di perkuburan yang kemudian kita telah lakukan dekontaminasi dan dilakukan cementing sehingga dinyatakan aman lokasi tersebut," ucapnya.

Tindakan dekontaminasi dilakukan untuk memastikan area tersebut tidak lagi menimbulkan risiko radiasi bagi masyarakat.

Hanif memastikan jumlah cengkeh yang terkontaminasi mencapai 13,5 ton. Produk tersebut telah dipulangkan ke Indonesia melalui mekanisme reimpor setelah terdeteksi mengandung radioaktif di negara tujuan ekspor.

"Kemudian hari ini cengkeh tersebut telah kembali ke Indonesia setelah direimpor dengan sejumlah 13,5 ton," ujarnya.

KLHK memastikan seluruh cengkeh yang terpapar radioaktif Cesium-137 tidak akan diedarkan kembali, melainkan dimusnahkan sepenuhnya pada 2026.

"Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan bersisihan dengan rencana anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup," kata Hanif.

Proses pemusnahan akan dilakukan melalui prosedur keamanan radiasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut