Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Massa Datangi Mahasiswa Unnes Diduga Pelaku Pelecehan, Tuntut Minta Maaf
Advertisement . Scroll to see content

Seorang Mahasiswa di Bandarlampung Terkena Peluru Nyasar Polisi

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 15:15:00 WIB
Seorang Mahasiswa di Bandarlampung Terkena Peluru Nyasar Polisi
Ilustrasi tembakan. (Foto: Dok iNews).
Advertisement . Scroll to see content

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Seorang mahasiswa terkena peluru nyasar dari senjata api milik polisi di halaman parkir kampus Universitas Bandarlampung (UBL), Sabtu (10/8/2019). Korban terluka dan kini dirawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 09.30 WIB. Ketika itu, Brigpol Patiko Jayadi dari Polres Lampung Selatan dan Bripka Duansyah dari Polresta Bandarlampung bertemu di pelataran kampus.

"Keduanya janji bertemu untuk mengembalikan senjata api milik Bripka Duansyah," kata Pandra kepada wartawan di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, Sabtu (10/8/2019).

Menurut dia, Bripka Duansyah sebelumnya meminta tolong kepada Brigadir Patiko untuk memperbaiki senjata api miliknya. Namun, sebelum dikembalikan ternyata tertinggal satu peluru di dalam senjata api tersebut.

"Brigpol Patiko ini mengokang senjata ingin memastikan apakah senjata ini macet atau tidak," ujar dia.

Namun, kata Pandra, saat dikokang ke luarlah satu peluru dari senjata api tersebut dan meletus hingga menembus kaca mobil. Di sana ada seorang mahasiswa yang melintas terkena peluru di bagian pinggangnya.

"Mahasiswa itu kita belum tahu identitasnya, tapi saat ini kondisinya tengah dirawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Untuk kedua polisi itu kini tengah diselidiki oleh Propam," tuturnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut