Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Tersangka Korupsi Tambang Batu Bara Ditahan Kejati Kaltim, ASN ESDM dan Pengusaha
Advertisement . Scroll to see content

ASN dan Pekerja Swasta di Balikpapan Dibatasi Keluar Daerah

Rabu, 16 Februari 2022 - 15:10:00 WIB
ASN dan Pekerja Swasta di Balikpapan Dibatasi Keluar Daerah
Ilustrasi bepergian keluar kota. (Foto: Inews.id
Advertisement . Scroll to see content

BALIKPAPAN, iNews.id - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) membatasi kegiatan perjalanan keluar daerah bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot dan pekerja swasta. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di daerah itu.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud di Balikpapan, mengatakan bagi yang akan berangkat keluar daerah jika bisa ditunda terlebih dahulu. Terutama jika bukan untuk urusan yang penting.

"Pembatasan perjalanan keluar daerah juga berlaku bagi pekerja perusahaan," ujarnya, Rabu (16/2/2022). 

Dia meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan terkait dengan kasus penularan Covid-19 di daerah itu. Pasalnya banyak kasus yang berasal dari kalangan perusahaan. 

"Pemerintah kota minta pertanggungjawaban dari perusahaan karena hingga saat ini kasus di Balikpapan banyak berasal dari perusahaan, terutama perusahaan migas," katanya.

Kebijakan tersebut menindaklanjuti arahan pemerintah pusat yang meminta pemerintah daerah lebih optimal melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

Seluruh perusahaan diimbau lebih disiplin menyampaikan kepada karyawan untuk tidak melakukan perjalanan keluar daerah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak.

Namun, apabila harus melakukan perjalanan keluar daerah diharapkan karyawan bersangkutan melakukan isolasi mandiri minimal tiga hari.

"Karyawan itu juga harus lakukan pemeriksaan kesehatan yang akan dilampirkan ketika akan kembali bekerja," ucapnya.

Rahmad Mas'ud mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah menekan penyebaran virus karena selama Februari hingga Maret 2022 diprediksi terjadi puncak peningkatan kasus.

Menurutnya, keberhasilan menekan penularan virus saat ini, akan membuat Idul Fitri mendatang bisa digelar dengan lebih leluasa. Setidaknya Balikpapan ada di level 1 PPKM.

"Kami ingin hilangkan kesan yang ada di media sosial, di antaranya ketika menjelang Bulan Puasa dan hari raya terjadi peningkatan kasus virus corona," ungkapnya. 

Editor: Dita Angga Rusiana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut