Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Pembunuhan Sadis di Kalsel, Bocah 9 Tahun Tewas Dimutilasi saat Belajar Kelompok

Kamis, 19 September 2019 - 12:46:00 WIB
Pembunuhan Sadis di Kalsel, Bocah 9 Tahun Tewas Dimutilasi saat Belajar Kelompok
Polisi saat mengidentifikasi dan mengevakuasi jenazah bocah korban mutilasi di Kalsel. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BARABAI, iNews.idPembunuhan sadistis terjadi di Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel). Korban seorang bocah berusia 9 tahun tewas dipenggal pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa saat sedang belajar kelompok.

Informasi yang dirangkum, peristiwa keji itu terjadi di Desa Limpasu RT 8 RW 4, Selasa (17/9/2019). Berawal saat korban siswa SD kelas IV sedang belajar bersama dua temannya di teras rumah pelaku bernama Akhmad (35). Korban masih punya hubungan keluarga dan sudah terbiasa bermain dan belajar bersama-sama temannya di rumah pelaku.

Tiba-tiba pelaku datang dengan memegang parang dan langsung menganiaya korban hingga tewas termutilasi. Melihat kejadian tersebut, dua temannya lari menyelamatkan diri dan menceritakan kepada warga sekitar.

“Di waktu-waktu tertentu, pelaku seperti orang waras bahkan bisa bekerja dan membantu masyarakat. Jika pelaku kesurupan, maka dia memang mengamuk," kata seorang warga yang enggan namanya disebutkan.

Seusai melakukan aksi kejinya, pelaku melarikan diri ke belakang rumah dan menyimpan parangnya di bawah pohon bambu. Warga yang tahu kejadian tersebut langsung menangkapnya. Tangan dan kakinya diikat sambil menunggu kedatangan polisi.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo mengatakan kasusnya telah ditangani dan pelaku sudah ditahan. Sementara jenazah korban dibawa ke RSHD Barabai untuk dilakukan visum.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut