Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha bagi Umat Islam
Advertisement . Scroll to see content

Niat Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadhan, Teks Arab dan Artinya serta Keutamaan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:48:00 WIB
Niat Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadhan, Teks Arab dan Artinya serta Keutamaan
Ilustrasi bacaan niat puasa Arafah sekaligus qadha Ramadhan bagi umat Islam. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Umat Islam dapat mengamalkan niat Puasa Arafah sekaligus qadha Ramadhan secara berbarengan demi merengkuh dua pahala sekaligus. Ibadah sunah pada 9 Dzulhijjah ini sangat dianjurkan bagi muslim yang tidak sedang berhaji agar dapat turut merasakan nikmatnya spiritualitas di Padang Arafah, meski hukumnya menjadi haram jika dilakukan oleh jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji.

Tahun ini, puasa Arafah yang dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha jatuh bertepatan hari Selasa, 26 Mei 2026. Arafah merujuk pada tempat wukuf yang merupakan puncak ibadah haji di Padang Arafah.

Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan puasa tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah.

Terdapat hadits yang secara khusus menganjurkan puasa di hari tarwiyah dan Arafah. ”Siapa yang puasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan untuk puasa pada hari tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari arafah, seperti puasa dua tahun.”

Hadits ini berasal dari jalur Ali al-Muhairi dari at-Thibbi, dari Abu Sholeh, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, secara marfu’. Dalam kitab an-Najm al-Wahhaj itu disebutkan, ”dan disunnahkan untuk berpuasa pada hari tarwiyah beserta hari Arafah sebagai tindakan hati-hati.

Puasa adalah ibadah spesial. Sampai-sampai para pelakunya diberi kesempatan untuk berdoa yang tak tertolak. Imam An Nawawi dan para ulama Syafi'iyah berkata di antara puasa yang mustahab yang dianjurkan yaitu puasa di bulan-bulan haram yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Terkait penggabungan puasa sunnah dengan qadha Ramadhan, Sahabat Umar menganggapnya hari itu (10 pertama Dzulhijjah) adalah hari terbaik untuk beribadah, maka qadha' puasa Ramadhan pada tanggal itu termasuk waktu terbaik. Adapun Ali bin Abu Thalib melarangnya (puasa qadha Ramadhan dilakukan 10 pertama Dzulhijjah). 

Sayyid Bakri dalam Kitab I‘anatut Thalibin menerangkan orang yang berpuasa pada hari-hari tertentu yang sangat dianjurkan untuk dipuasakan akan mendapatkan keutamaan sebagai mereka yang berpuasa sunnah pada hari tersebut, meskipun niatnya adalah qadha puasa atau puasa nazar.

Niat Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadhan 

نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى

Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'I Fardi Ramadhana Lillaahi Ta'Ala.

Artinya : Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu ramadhan Lillaahi Ta'ala.

Niat Puasa Arafah

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

Latin: Nawaitu Shouma Arofah Sunnatan Lillahi Ta'aala

Artinya: Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.

Perlu diketahui, niat Puasa Qadha Ramadhan ini tidak boleh dicampur dengan niat puasa sunnah. Sebab, qadha atau mengganti puasa wajib seperti Puasa Ramadhan itu hukumnya wajib. Niat harus dilakukan pada malam harinya atau saat makan sahur. Syarat ini mendasarkan pada Hadits Rasulullah SAW.

 “من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له”- 

"Siapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya".

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut