Cuaca Ekstrem, Nelayan di Kalsel Diimbau Tak Melaut untuk Sementara
BANJARBARU, iNews.id - Basarnas Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengimbau nelayan untuk tidak melaut sementara. Saat ini cuaca ekstrem sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
"Saat ini cuaca memang sedang tidak bersahabat, kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang," kata Kepala Basarnas Banjarmasin Al Amrad di Banjarbaru, Senin (6/3/2023).
Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin telah memperingatkan wilayah Kalimantan Selatan berpotensi dilanda hujan ekstrem termasuk potensi gelombang tinggi dan potensi banjir pesisir (rob) di wilayah Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu hingga daerah aliran sungai (DAS) Barito.
Bahkan dalam satu bulan terakhir ini sudah ada dua nelayan meninggal dunia akibat tenggelam ketika mencari ikan saat cuaca ekstrem.
Kejadian pertama menewaskan Jamal (35), nelayan yang tenggelam di perairan Sungai Barito, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar pada Senin (20/2/2023) saat perahu yang digunakan terbalik diterjang ombak besar. Jasadnya ditemukan pada Selasa (21/2/2023) oleh tim SAR gabungan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi tempat kejadian korban hilang.