Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Bandang di Hulu Sungai Tengah Kalsel, 150 Rumah Hilang

Senin, 18 Januari 2021 - 18:14:00 WIB
Banjir Bandang di Hulu Sungai Tengah Kalsel, 150 Rumah Hilang
Salah satu jembatan gantung yang putus di kawasan Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, akibat banjir bandang. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

TAPIN, iNews.id - Banjir bandang menerjang kawasan Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel). Musibah ini mengakibatkan sekitar 150 unit rumah warga hilang.

Camat Hantakan Kartadipura mengatakan, ratusan unit rumah yang hilang tersebut belum termasuk laporan dari Ketua RT masing-masing. Pihaknya masih akan memperbarui data terbaru. 

"Perkiraan sementara 100-150 unit rumah hilang, tersisa lahan pekarangannya akibat diterjang banjir," ujar Kartadipura, Senin (18/1/2021).

Dari 12 desa di Kecamatan Hantakan, terdapat delapan desa yang rumahnya banyak hilang dan rusak berat yakni Desa Alat, Hantakan, Batu Tunggal, Bulayak, Murung B, Haruyan Dayak, dan Datar Ajab.

"Paling parah di Datar Ajab," ujarnya.

Banjir Kalsel juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak berat, di antaranya gedung SDN Bulayak, Pasar Hantakan, TK Pertiwi Hantakan, Mushola RT 3 Alat, SDN 1 Datar Ajad.

Selain itu, lima jembatan gantung yang putus di antaranya Marai, Batu Tunggal, Alat Seberang, Alat Ujung, Datar Ajab.

"Sudah kami koordinasikan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hulu Sungai Tengah," ujarnya.

Kartadipura mengatakan, kondisi saat ini, masyarakat setempat masih membersihkan, menata rumah dari puing dan lumpur yang sudah mengeras.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut