BANJARMASIN, iNews.id - Sebanyak 38 anak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga Juli 2020. Dari jumlah tersebut, 2 anak meninggal dunia.
"Kami harus bekerja keras di masa pandemi Covid-19 ini untuk menyosialisasikan kewaspadaan DBD. Apalagi kondisi saat ini kembang biak nyamuk aedes aegypti karena banyak genangan akibat hujan," katanya di Banjarmasin, Rabu (8/7/2020).
Gugus Tugas Ingatkan Warga Sumut Bahaya Terinfeksi DBD dan Covid-19 Sekaligus
Dia berharap tidak memperhatikan penyakit DBD meski saat ini semua terkonsentrasi terhadap wabah virus corona.
"Padahal tidak kalah sangat bahaya juga penyakit ini. Mari kita sama-sama menjaga diri dan keluarga serta lingkungan dari wabah DBD ini, dengan selalu hidup bersih," ujar dia.
Ada 70.000 Kasus DBD, Dokter Reisa: Ini Tantangan Berat
Dia mengungkap, korban DBD ini kebanyakan anak-anak dari usia 6 tahun hingga 14 tahun. Saat ini, kata Machli Riyadi, penyebaran DBD sudah ada di 5 kecamatan sehingga warga harus memperhatikan prinsip 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.