Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Sebut Banjir di Sintang karena Rusaknya Daerah Tangkapan Hujan

Selasa, 16 November 2021 - 10:54:00 WIB
Jokowi Sebut Banjir di Sintang karena Rusaknya Daerah Tangkapan Hujan
Presiden Jokowi menyebut banjir di Sintang Kalimantan Barat akibat rusaknya daerah tangkapan hujan..(Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut banjir di Sintang Kalimantan Barat karena rusaknya daerah tangkapan hujan. Pemerintah akan melakukan perbaikan daerah tangkapan hujan.

"Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun. Ya itu yang harus kita hentikan, karena memang masalah utamanya ada di situ. Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak," kata Jokowi, Selasa (16/11/2021).

Jokowi mengatakan, untuk memperbaiki daerah tangkapan hujan di Sintang akan dilakukan penghijauan mulai tahun depan. Diharapkan penghijauan bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi. 

“Itu yang nanti kita perbaiki. Nanti akan mulai mungkin tahun depan kita bangun nursery, persemaian, sehingga ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di catchment area. Kita perbaiki karena memang kerusakannya ada di situ,” ujarnya.

Selain karena rusaknya daerah tangkapan hujan, Jokowi menyebut banjir di Sintang juga akibat cuaca ekstrem yang terjadi. 

"Dan kedua memang ada hujan yang lebih ekstrem dari biasanya," ujarnya.

Seperti diketahui, banjir yang merendam Sintang telah terjadi lebih dari tiga pekan. BNPB mencatat ketinggian permukaan air banjir masih di kisaran 100 hingga 300 centimeter. Sebanyak 25.884 orang mengungsi di 32 pos pengungsian.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut