Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Misteri Pembunuhan Janda di Jeneponto Terungkap, Pelaku Ditangkap usai Setahun Buron
Advertisement . Scroll to see content

Janda dan Duda Makin Banyak, Bupati Sambas Larang Warganya Nikah Siri 

Selasa, 27 Juli 2021 - 09:25:00 WIB
Janda dan Duda Makin Banyak, Bupati Sambas Larang Warganya Nikah Siri 
Bupati Sambas, Satono meminta warganya menghindari nikah siri karena jumlah janda dan duda makin banyak. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

SAMBAS, iNews.id - Bupati Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Satono meminta warganya menghindari nikah siri. Pernikahan di bawah tangan seperti itu membuat jumlah janda dan duda di wilayahnya semakin banyak.

Hal itu disampaikan Satono saat membuka Sidang Isbat Nikah Terpadu di Kecamatan Jawai, Senin (26/7/2021).

Menurut Satono pernikahan siri membuat banyak pasangan suami istri tidak mempunyai bukti sah perkawinan. Hal tersebut berdampak pada status mereka.

"Jangan sampai janda dan duda di Sambas semakin banyak gara-gara maraknya nikah siri atau nikah di bawah tangan," ujar Satono.

Sidang Isbat Nikah Terpadu untuk pasangan nikah siri di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. (Foto: Istimewa)
Sidang Isbat Nikah Terpadu untuk pasangan nikah siri di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. (Foto: Istimewa)

Satono mengingatkan, nikah siri juga menyangkut nasab, nasib, dan nisab seorang anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut.

"Kalau nikah bawah tangan nasabnya nanti tidak jelas. Nisabnya juga. Kalau meninggal, masalah harta warisan bisa ribut," tuturnya.

Dia meminta agar semua Kepala Pengadilan Agama, Kepala Dinas Dukcapil dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) bersinergi untuk menyelesaikan masalah ini hingga ke desa.

Menurutnya Sidang Isbat Nikah Terpadu ini akan terus dilakukan di Sambas, sampai tidak lagi ditemukan pasangan suami istri yang masih menikah di bawah tangan atau nikah siri.

"Semuanya dinikahkan kepala KUA masing-masing. Kegiatan ini harus dilaksanakan sampai tidak ditemukan lagi pasangan suami istri yang tidak tercatat," katanya.

Dia meminta warga Sambas menjaga betul surat nikah dan surat-surat administrasi lainnya terkait kependudukan.

"Kertas yang kabur dan lusuh, jauh lebih penting daripada ingatan kuat seseorang. Sebuah catatan sangat penting sebagai bukti," katanya.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut