Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Timnas Indonesia vs Myanmar, Menang 3-1 Garuda Muda Tersingkir dari SEA Games 2025
Advertisement . Scroll to see content

Cerita 9 Warga Singkawang di Wilayah Separatis Bersenjata Myanmar, Disiksa Dipaksa Bekerja

Rabu, 19 Juli 2023 - 10:17:00 WIB
Cerita 9 Warga Singkawang di Wilayah Separatis Bersenjata Myanmar, Disiksa Dipaksa Bekerja
Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berhasil dipulangkan ke Singkawang, Kalimantan Barat. (Foto: Rizki Kurnia).
Advertisement . Scroll to see content

SINGKAWANG, iNews.id - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berhasil dipulangkan ke Singkawang, Kalimantan Barat. Mereka berjumlah sembilan orang.

Sebelumnya, mereka sempat terjebak di wilayah separatis bersenjataMyanmar. Mereka dipaksa bekerja untuk menipu warga Indonesia lewat investasi bodong.

Mereka bekerja di perusahaan milik warga China yang beroperasi di Yangon, wilayah separatis bersenjata Myanmar. Bahkan, perusahaan tempat mereka bekerja dijaga puluhan orang berpakaian preman bersenjata api laras panjang.

"Kami dibawa ke suatu tempat ada sungai kecil dan sampai di sana saya kaget banyak orang membawa senjata laras panjang. Dia tidak berpakaian kayak tentara, tapi bebas," ujar Rio, salah satu korban saat menceritakan penderitaannya di Myanmar kepada Penjabat Wali Kota Singkawang, Sumastro, Selasa (18/7/2023).

Sebelumnya mereka sempat memohon bantuan pemerintah untuk diselamatkan setelah mendapat beragam penyiksaan dan ancaman pembunuhan saat dipaksa bekerja.

Pada kesempatan itu, Penjabat Wali Kota Singkawang, Sumastro berharap tidak ada lagi warga Kota Singkawang tertipu dengan tawaran gaji tinggi untuk bekerja di Luar negeri secara ilegal.

"Tolong ingat-ingat itu," ucapnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut