Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Investigasi Peluru Nyasar Lukai 2 Warga di Kampus UNP, Libatkan Polda Sumbar
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Kegiatan Ilegal, Satgas TNI Patroli Perbatasan RI-Malaysia di Kalbar

Kamis, 03 Februari 2022 - 13:44:00 WIB
Cegah Kegiatan Ilegal, Satgas TNI Patroli Perbatasan RI-Malaysia di Kalbar
Patroli rutin Satgas Pamtas Yonif Makanis 643/Wns menyisir wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat. (Foto ANTARA/HO-Satgas Pamtas)
Advertisement . Scroll to see content

PONTIANAK, iNews.id - Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti patroli menyisir perbatasanRI-Malaysia, khususnya sektor barat di Dusun Saparan, Desa Kumba, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Langkah ini untuk menekan kegiatan ilegal.

"Kegiatan patroli rutin ini dalam menciptakan rasa aman pada masyarakat dan menekan seminimal mungkin kegiatan ilegal di wilayah perbatasan Kalbar," ujar Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns Letkol (Inf) Hendro Wicaksono, Kamis (3/2/2022).

Dia menjelaskan, kegiatan keamanan ini dilaksanakan personel Pos Saparan di sekitar jalur inspeksi patroli perbatasan (JIPP). Patroli ini merupakan tanggung jawab sekaligus pengabdian yang tulus dan ikhlas anggota TNI AD demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami rutin menggelar patroli keamanan dengan waktu yang variatif untuk menjamin keamanan dan mencegah terjadinya kegiatan ilegal di wilayah perbatasan RI-Malaysia," katanya.

Sementara itu, Danpos Saparan Lettu (Inf) Dade Setiawan mengatakan, kegiatan patroli keamanan bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat perbatasan.

"Ada beberapa jalur tidak resmi yang bisa digunakan sebagai akses langsung menuju negara Malaysia. Ada jalur tradisional dan juga jalur transportasi bagi perusahaan sawit sehingga harus diawasi secara ketat," ucapnya.

Namun memang semenjak pandemi Covid-19, jalur tersebut ditutup demi mencegah seminimal mungkin adanya aktivitas ilegal.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut