Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional
Advertisement . Scroll to see content

Bukan PKI, Ketum PBNU Said Aqil Siroj Sebut Radikalisme Bahaya Laten di Indonesia

Selasa, 30 Maret 2021 - 12:55:00 WIB
Bukan PKI, Ketum PBNU Said Aqil Siroj Sebut Radikalisme Bahaya Laten di Indonesia
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) selama ini disebut sebagai bahaya laten. Namun Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berpendapat lain.

Menurutnya bahaya laten Indonesia saat ini bukan hidupnya kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahaya laten bangsa Indonesia yakni berkembangnya radikalisme dan aksi terorisme di Tanah Air.

"Mohon maaf saya berani mengatakan, bukan PKI bahaya laten kita, tapi radikalisme dan terorisme yang selalu mengancam kita sekarang ini," ujar Said Aqil dalam webinar yang digelar oleh ISNU dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan tajuk 'Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Kehaharmonisan Sosial', Selasa (30/3/2021).

Dia mengapresiasi keberhasilan aparat kepolisian menangkap pelaku terorisme dan mengamankan bom peledak aktif yang sudah disiapkan untuk aksi selanjutnya. Terorisme itulah yang menurutnya mengancam bangsa Indonesia saat ini.

Said Aqil menyinggung peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) kemarin. Di saat sedang menghadapi pandemi Covid-19, seluruh masyarakat Indonesia kini kembali dihebohkan dengan aksi bom bunuh diri tersebut.

"Dalam keadaan suasana lagi prihatin menghadapi pandemi Covid-19, sudah agak lama kita tidak mendengar suara bom. Kemarin kita dibisingkan lagi dengan bom bunuh diri,"  katanya.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut