Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Truk Tangki BBM Terbakar di Tol Cisumdawu, Arus Lalin Macet Parah
Advertisement . Scroll to see content

Wilayah Bojonegoro dan Tuban Siaga Merah Kebakaran Hutan, Perhutani: 100 Ha Terbakar

Senin, 28 Agustus 2023 - 09:53:00 WIB
Wilayah Bojonegoro dan Tuban Siaga Merah Kebakaran Hutan, Perhutani: 100 Ha Terbakar
Papan peringatan siaga merah kebakaran hutan di Bojonegoro. (Dedi Mahdi).
Advertisement . Scroll to see content

BOJONEORO, iNews.id - Wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tubansiaga merah kebakaranhutan. Peringatan itu disampaikan Perum Perhutani KPH Bojonegoro dan Parengan Tuban menyusul cuaca panas di musim kemarau tahun ini. 

Peringatan bahaya kebakaran hutan itu disampaikan Perhutani kepada masyarakat dan petugas lewat papan pengumuman di beberapa titik, salah satunya di depan kantor Perhutani KPH Bojonegoro. Pada papan itu, jarum peringatan berada di status tanggap darurat kebakaran hutan. 

Administratur KPH Bojonegoro, Irawan Darmanto, mengatakan, peringatan darurat kebakaran itu disampaikan karena potensi yang begitu tinggi. Selain cuaca panas, di lahan hutan juga banyak material daun jati kering yang rontok, sehingga rawan terbakar. 

Irawan mengatakan, pada musim kemarau tahun ini, kebakaran hutan di wilayah KPH Bojonegoro terus meluas, lebih dari 100 hektare (ha). Karena itu perlu kewaspadaan bersama untuk mengantisipasinya agar tidak bertambah parah.

Irawan menyebut, mayoritas kebakaran diduga akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. "Mereka sengaja membuat titik api di kawasan hutan, lalu merembet," tuturnya, Senin (28/8/2023). 

Indikasi tersebut muncul karena mayoritas titik api berada di pinggir jalan serta perbatasan lahan hutan yang dikelola oleh masyarakat. Karena itu, pihaknya terus melakukan sejumlah upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran, seperti sosialisasi kepada masyarakat serta memasang sepanduk larangan membakar hutan karena bisa diancam pidana. 

"Meski pohon jati yang terbakar tidak mati, namun peristiwa tersebut bisa merusak ekosistem hutan dan lingkungan di sekitarnya," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut