Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Viral Video Motivator Pukul Sejumlah Siswa SMK di Malang, Pelaku Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:21:00 WIB
Viral Video Motivator Pukul Sejumlah Siswa SMK di Malang, Pelaku Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi kekerasan. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Video kekerasan seorang motivator terhadap para siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) viral di media sosial. Dalam video terlihat motivator memukul wajah para siswa dengan cukup keras.

Saking kerasnya, suara pukulan terdengar hingga barisan siswa yang berada di belakang. Tak hanya itu, siswa yang dipukul juga terlihat sempoyongan.

Hasil penyelidikan polisi, peristiwa kekerasan terjadi di SMK Muhhamadiyah 2 Malang, Jalan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kamis (17/10/2019) pagi dalam acara Seminar Motivasi Berwirausaha.

Kasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan di Polres Malang Kota. Saat ini penyidik tengah melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi.

“Ya, kejadiannya pagi tadi dengan pelakunya motivator bernama Agus Piranhamas. Kasus ini ramai setelah video pemukulan viral di media sosial,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (17/10/2019) malam.

Sementara berdasarkan keterangan Kapolres Malang Kota, AKBP Doni Alexander, pemukulan para siswa bermula saat Agus memerintakan asisten sorot (Asrot) Budi, menuliskan kata “Goblok” di layar slide. Namun, yang tertulis “Goblog” dengan huruf akhir “G” bukan “K”.

Atas kesalahan itu, sponton beberapa siswa tertawa. Respon siswa ini rupanya membuat motivator tersinggung.

Agus lantas bertanya, siapa saja yang tertawa, namun tak seorang pun siswa mengaku. Karena tak ada yang mengaku, pelaku lantas memanggil siswa di barisan depan untuk maju.

“Di situlah pelaku memukul para siswa dan juga dimaki goblok, lantas diminta kembali duduk,” katanya.

Doni mengatakan, kejadian ini telah dilaporkan para siswa dan orang tua. Pihaknya juga sudah meminta ketarangan saksi, termasuk hasil visum atas dugaan penganiayaan tersebut.

“Pukul 18.30 WIB tadi laporan kami terima dan tengah kami dalami,” katanya.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut