Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan di Bangkalan, Pikap Senggol Bus Rombongan Calon Haji di Bangkalan
Advertisement . Scroll to see content

Tikungan Berbahaya di Ponorogo, Truk Ekspedisi dan Pikap Tabrakan

Selasa, 02 Juni 2026 - 22:01:00 WIB
Tikungan Berbahaya di Ponorogo, Truk Ekspedisi dan Pikap Tabrakan
Mobil pikap bermuatan batu bata bertabrakan dengan truk ekspedisi di tikungan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026). (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

PONOROGO, iNews.id - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di tikungan Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Truk ekspedisi bertabrakan dengan mobil pikap bermuatan batu bata yang datang dari arah berlawanan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, benturan keras mengakibatkan kedua kendaraan rusak parah. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah sehingga menimbulkan kerugian material yang cukup besar,” ujar Kapolsek Sawoo, AKP Tutut Ariyanto dikutip dari iNews Ponorogo.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat mobil pikap bernomor polisi AE 9437 AG yang dikemudikan Suroso, warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, melaju dari arah Ponorogo menuju Trenggalek.

Pada saat bersamaan, truk ekspedisi bernomor pelat B 1991 CXS yang dikemudikan Muhammaddin Tanjung, warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melaju dari arah berlawanan.

Saat melintasi tikungan, truk ekspedisi diduga mengambil sebagian jalur lawan. Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

“Dugaan sementara truk mengambil sebagian jalur lawan saat melintasi tikungan,” ucapnya.

Akibat benturan tersebut, bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan berat. Mobil pikap yang mengangkut muatan batu bata mengalami kerusakan paling parah.

Polisi telah meminta keterangan dari kedua pengemudi untuk memastikan penyebab kecelakaan dan melengkapi proses penyelidikan.

“Kami juga telah meminta keterangan dari kedua pengemudi untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan,” katanya.

Sementara itu, warga setempat bernama Dwi menyebut tikungan Randu-Randu di Desa Sawoo memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang menikung dengan jarak pandang terbatas kerap menjadi faktor risiko bagi pengendara.

“Tikungan ini memang cukup rawan. Pengendara harus benar-benar mengurangi kecepatan dan fokus saat melintas,” ucapnya.

Polisi mengimbau pengguna jalan agar selalu mematuhi marka jalan, menjaga kecepatan kendaraan, dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur menikung untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut