Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 29 Pria yang Jadi Tersangka Pesta Gay di Surabaya Positif HIV, Ini Langkah Dinkes
Advertisement . Scroll to see content

Ramai Kabar 522 Pelajar Terpapar HIV/AIDS, Ini Penjelasan Dinkes Sidoarjo

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:43:00 WIB
Ramai Kabar 522 Pelajar Terpapar HIV/AIDS, Ini Penjelasan Dinkes Sidoarjo
Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.idDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai 522 pelajar di Sidoarjo terpapar HIV/AIDS. Dinkes menegaskan angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki pemerintah.

Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina menyampaikan klarifikasi saat menghadiri kegiatan bersama Yayasan Delta Crisis Center di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. 

Menurutnya, jumlah pelajar yang terinfeksi HIV/AIDS jauh lebih rendah dibandingkan informasi yang beredar di media sosial. Berdasarkan data resmi Dinkes Sidoarjo, sejak 2001 hingga 2026 tercatat 60 pelajar berusia 11 hingga 17 tahun terinfeksi HIV/AIDS. 

Dia menuturkan, dari jumlah tersebut, 7 orang telah meninggal dunia, sehingga saat ini terdapat 53 pelajar yang masih tercatat dalam data. Sementara itu, pada kelompok usia 0 hingga 10 tahun, Dinkes mencatat sebanyak 117 anak pernah terdiagnosis HIV/AIDS. 

"Kalau dari data kami usia 11 sampai 17 tahun angkanya adalah 60 kasus. Ini terhitung sejak 2001 sampai 2026. Nah dari 60 kasus ini sudah meninggal 7 orang. Jadi untuk saat ini tinggal 53 untuk usia 11 sampai 17 tahun," ujar Lakhsmie.

Dari jumlah tersebut, 35 anak meninggal dunia, sedangkan 50 anak berstatus lost to follow-up, sehingga keberadaannya belum diketahui, apakah telah meninggal dunia atau berpindah domisili.

Lakhsmie menegaskan bahwa angka 522 kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial bukan merupakan jumlah pelajar yang terpapar HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo. 

Dia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada data resmi dari instansi berwenang.

Dinkes Sidoarjo juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Selain berpotensi menimbulkan kepanikan, penyebaran data yang keliru juga dapat memicu stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut