Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bus di Jember Hangus Terbakar Saat Melintas di Jalan Arwana
Advertisement . Scroll to see content

Petani Cabai Jember Merugi di Tengah Kenaikan Harga Jelang Nataru

Selasa, 17 Desember 2019 - 20:53:00 WIB
Petani Cabai Jember Merugi di Tengah Kenaikan Harga Jelang Nataru
Petani cabai di Jember mengaku merugi karena hasil panen mereka dihargai rendah oleh tengkulak jelang nataru. (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBER, iNews.id – Petani di Jember, Jawa Timur mengeluh harga cabai anjlok ketika dibeli tengkulak. Padahal harga cabai di sejumlah pasar di Indonesia, termasuk di Jatim mengalami kenaikan jelang libur natal dan tahun baru (nataru).

Harapan Muhdori, petani cabai di  Jember meraup untung jelang akhir tahun sirna. Pasalnya hasil panen cabai beberapa waktu lalu dihargai rendah oleh tengkulak, yaitu Rp15.000 per kilogram. Padahal harga cabai di wilayah Jember beberapa hari belakangan mencapai Rp25.000 sampai Rp27.000 per kilogram.

Hasil penjualan cabai itu menurut Muhdori tak sebanding dengan biaya menanam, merawat, dan memanen. Oleh karena itu dia mengaku jelang akhir tahun justru merugi.

“Kalau dikalkulasi berapa ton keluar kemudian dihargai Rp15.000 per kilogram tak sebanding dengan biaya produksi, karena satu hektar bisa habis Rp120 juta. Kalau dikasih harga Rp 20.000 baru kami tak utang,” ujar Muhdori ditemui di ladangnya, Selasa (17/12/2019).

Melihat fakta tersebut, dia mengatakan jika harga cabai di pasar melonjak maka itu adalah ulah tengkulak. Muhdori menjelaskan dengan cara seperti itu justru tengkulak yang mendapat untung hingga tiga kali lipat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut