Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Pedagang Cilok Ditemukan Tewas di Kontrakan Cikupa, Perantau asal Madura
Advertisement . Scroll to see content

Ma’ruf Amin Dihadang Massa saat Ziarah ke Makam Kiai Suhro Pamekasan

Senin, 01 April 2019 - 22:36:00 WIB
Ma’ruf Amin Dihadang Massa saat Ziarah ke Makam Kiai Suhro Pamekasan
Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin saat menyosialisasikan cara mencoblos pasangan 01 pada Pilpres 2019. (Foto: iNews.id/Abdul Rahem)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tindakan tidak simpatik dialami cawapres 01 KH Ma’ruf Amin saat hendak berziarah ke makam waliyullah Kiai Suhro di Pamekasan, Madura, Jatim.

Kiai Ma’ruf dan rombongan dihadang sekelompok orang. Penghadangan itu dilakukan tidak santun dan terkesan mengusir. Akibat penghadangan itu, Kiai Ma’ruf memilih batal berziarah untuk menghindari bentrokan. Aksi sekelompok orang itu menuai kecaman dari berbagai kalangan.

“Abah (Kiai Ma’ruf) mau ziarah kok dihadang. Menghadangnya dengan cara yang tak sopan pula. Sampai maju ke tengah jalan, menghalau rombongan yang menuju makam. Mereka seperti mengusir Kiai dan rombongan yang mau beribadah,” ujar Ketua PW Ansor Banten, Ahmad Nuri dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/4/2019).

Bagi warga NU, ziarah merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan. Sebab di dalamnya ada pembacaan doa, istighotsah dan tawassul yang semua dimunajatkan kepada Allah. Ritual ziarah ini kata Nuri, merupakan tradisi yang juga diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Bagi kami ini penghinaan. Jangankan Kiai Ma’ruf yang jadi tokoh panutan kami. Orang awam saja, kalau hendak bertamu, berziarah, wajib dihormati. Beliau itu Rais AMM PBNU, Ketua Umum MUI. Ulama Banten yang silsilah dan sanadnya bersinambung dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani. Kok tega dan berani betul mereka memperlakukan Abah seperti itu,” kata Nuri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut